Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa FEB Raih Juara I WOW Case Competition 2025

Ivan Wijaya beserta tim dalam awarding Business Case Competition yang diselenggarakan Markplus.Inc (Foto: Dok. Narasumber)
Ivan Wijaya beserta tim dalam awarding Business Case Competition yang diselenggarakan Markplus.Inc (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mencetak prestasi membanggakan dengan meraih juara satu dalam ajang WOW Case Competition. Kompetisi ini adalah besutan MarkPlus.Inc, salah satu lembaga konsultan marketing terkenal di Indonesia pada Minggu (25/5/2025). Tim UNAIR beranggotakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yaitu Ivan Wijaya Kusumo, Imelda Felicia Dharmawan dan Yasmine Tsania Farahdina. Dalam kompetisi ini, ketiganya mendapatkan tantangan untuk cara mempertahankan loyalitas pelanggan dan retention untuk brand Pertamax Series, yang terdiri dari Pertamax, Green 95 dan Turbo.

Ivan mewakili tim menyampaikan, bahwa mereka ingin tampil beda dengan pembahasan yang hanya berfokus pada perbaikan produk-produk Pertamax Series. “Di sini kami dan tim mencoba tampil beda ditengah ide tim lainnya yang kebanyakan pasti membahas strategi marketing biasa. Namun kali ini, tim kami memfokuskan pada personalisasi UI/UX MyPertamina berdasarkan bahan bakar yang digunakan, hipersonalisasi customer (pelanggan, red) saat sampai di SPBU dan menyediakan pembayaran dengan metode berskema subscription,” ungkapnya.

Pembahasan yang Ivan sampaikan bersama tim mengenai hipersonalisasi saat di SPBU yakni ketika mobil pelanggan datang, staf SPBU dapat melakukan input plat nomor. Selain itu, staf bisa langsung tahu jenis bahan bakar apa yang konsumen inginkan dan berapa jumlah pengisian BBM yang biasanya konsumen lakukan. Sehingga menciptakan kesan eksklusivitas serta sense of belonging.

Kompetisi ini mengedepankan ide tanpa membawa isu politik. Jadi, Ivan dan tim harus berpikir keras bagaimana ia dapat mengatasi permasalahan brand reputasi Pertamax tanpa campur tangan politik. Hal tersebut menjadi tantangan yang cukup serius.

“Ya dalam menjalankan kompetisi, kami sebisa mungkin berusaha untuk netral dan menjawab pertanyaan juri tanpa menyinggung politik. Ternyata kami juga sempat kaget ketiga dewan juri memberikan pertanyaan disisipi oleh isu politik. Di situ jawaban kami spontan namun masih linier dengan strategi awal,” tambahnya

Perjuangan Ivan dan tim bukan hal yang mudah, pasalnya peserta lainnya juga berasal dari perguruan tinggi bergengsi. Mereka tetap semangat dan selalu berpikir positif bahwasanya usaha yang dilakukan akan membuahkan hasil dengan menjadi juara.

Penulis: Ersa Awwalul Hidayah

Editor: Yulia Rohmawati