Universitas Airlangga Official Website

Ikuti TWKM ke-XXXIV, Delegasi UNAIR Berikan Kontribusi Nyata Pelestarian Lingkungan

Delegasi WANALA UNAIR, Muhammad Rizqi dan Julio Gitra (Foto: Dok. Narasumber)
Delegasi WANALA UNAIR, Muhammad Rizqi dan Julio Gitra (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) mendelegasikan dua mahasiswanya dalam kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke-XXXIV. Mereka adalah Muhammad Rizqi dan Julio Gitra yang merupakan bagian dari UKM WANALA. Berlangsung di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, kegiatan TWKM ke-XXXIV itu terselenggara pada Senin (26/5/2025) hingga Minggu (1/6/2025). 

Kegiatan TWKM adalah forum pertemuan mahasiswa pecinta alam tingkat perguruan tinggi se-Indonesia. Kegiatan ini pertama kali terselenggara pada tahun 1988 di Bali. Menurut penjelasan Rizqi, terdapat dua macam kegiatan dalam TWKM, yaitu temu wicara sebagai forum diskusi dan kenal medan. 

“Temu wicara adalah forum diskusi yang membahas perihal pelestarian lingkungan dengan tema Peran Mahasiswa Pecinta Alam dalam Keadilan Ekologi Indonesia dan permasalahan organisasi. Sedangkan kenal medan merupakan pengembagan minat bakat pecinta alam melalui aktivitas alam bebas seperti mendaki gunung, panjat tebing, susur goa, paralayang, dan sebagainya,” jelas Rizqi. 

Di tengah masifnya eksploitasi sumber daya alam dan perusakan lingkungan, mahasiswa pecinta alam sebagai agen perubahan memiliki peran strategis dalam memperjuangkan keadilan ekologi. Rizqi menyebutkan bahwa kehadiran mahasiswa pecinta alam penting untuk menyuarakan ketimpangan akses serta mendorong pembangunan ekologis yang adil. 

“Pada kesempatan tersebut, kami bekerja sama dengan mahasiswa pecinta alam dari universitas seluruh Jawa Timur lainnya. Dengan mengangkat dua isu yaitu pencemaran Sungai Brantas di Surabaya serta upaya pelestarian terhadap gumuk sebagai aset geologi. Melalui kegiatan kenal medan, kami juga aktif berbagi ilmu susur gua dan keselamatan,” sebutnya. 

Kegiatan susur gua dalam kenal medan TWKM ke-XXXIV (Foto: Dok. Narasumber)
Kegiatan susur gua dalam kenal medan TWKM ke-XXXIV (Foto: Dok. Narasumber)

Meski menghadapi berbagai tantangan struktural dan sosial, Rizqi mengungkapkan bahwa mahasiswa pecinta alam senantiasa berkomitmen memberikan dampak positif bagi sekitar. “Kami juga ikut serta dalam aksi penggalangan dana dan tanggap bencana secara langsung pada bencana banjir bandang di Desa Wombo, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Kenyang ilmu selama TWKM tak menjadi kepuasan belaka bagi delegasi UNAIR. Rizqi menjelaskan bahwa pengalaman yang diperoleh delegasi selama TWKM akan sangat berpengaruh dalam merumuskan program kerja WANALA UNAIR ke depan. Kolaborasi jadi salah satu poin utama yang akan ditekankan. 

“Program kami nantinya akan melibatkan kolaborasi dengan instansi lain untuk menangani isu lingkungan dan pelestarian alam. WANALA UNAIR juga akan menyiapkan sistem tanggap bencana yang lebih terstruktur dan responsif yang juga berkolaborasi dengan instansi lain dalam merespon bencana alam,” ungkapnya. 

Rizqi berharap TWKM tak hanya jadi ajang pertemuan dan diskusi. Tetapi juga menghasilkan aksi nyata yang lebih konkret dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. “TWKM seharusnya menjadi platform yang mendorong kolaborasi antarmahasiswa pecinta alam seluruh Indonesia, tidak hanya mengidentifikasi isu  lingkungan tapi juga melaksanakan program konservasi yang berdampak langsung,” pungkasnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Yulia Rohmawati