Universitas Airlangga Official Website

Anak dan Penyakit Kronis: Apa yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Mereka?

Ilustrasi : Freepik

Anak dengan penyakit kronis menghadapi tantangan berat seperti pemeriksaan diagnostik berulang, gejala nyeri, keterbatasan fisik, dan rawat inap yang sering, sehingga memicu stres. Stres ini berdampak negatif pada kualitas hidup mereka, termasuk aspek fisik, emosional, sosial, dan mental. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 25%-50% anak dengan penyakit kronis mengalami penurunan kualitas hidup.

Faktor psikososial seperti kecemasan dan depresi turut memperburuk kondisi mereka. Meskipun banyak penelitian telah membahas faktor demografis dan klinis, eksplorasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami kompleksitas hubungan tersebut dalam konteks budaya dan sistem kesehatan yang berbeda.

Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada Februari dan Juli 2023, menggunakan Child-Centred Research (CCR) Checklist untuk meningkatkan desain dan pelaporan penelitian pediatrik. Populasi penelitian adalah anak-anak dengan penyakit kronis di rawat jalan dan rawat inap. Sampel sebanyak 120 responden diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, seperti usia 7–18 tahun, didiagnosis penyakit kronis, dirawat minimal 3 kali dalam setahun terakhir, dan berada pada fase stabil.

Kriteria eksklusi mencakup kondisi darurat atau gangguan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor demografi, klinis, dan psikologis terhadap kualitas hidup anak-anak dengan penyakit kronis. Variabel meliputi faktor demografi, klinis, psikososial, serta kualitas hidup sebagai variabel dependen.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup anak dengan penyakit kronis dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama durasi penyakit. Faktor lain yang berpengaruh positif meliputi jenis kelamin, usia, gejala penyakit, tingkat nyeri, efikasi diri, konsep diri, dan fungsi peran.

Sebaliknya, mekanisme koping, resiliensi, harga diri, dan dukungan keluarga tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam perawatan anak, khususnya pada anak dengan penyakit yang berkepanjangan, untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan intervensi guna meningkatkan kualitas hidup anak dengan penyakit kronis.

Penulis : Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)

Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul “Factors related to quality of life in children with chronic illness from their own perspectives: A cross-sectional study” yang dapat diakses pada https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0882596324004615