Universitas Airlangga Official Website

Beri Edukasi Interaktif pada Lansia, Tim Departemen Gizi Gelar Pengabdian Masyarakat di Griya Wreda

FOTO bersama tim Departemen Gizi UNAIR gelar bersama masyarakat saat melaksanakan pengabdian masyarakat di UPTD Griya Wreda, Kelurahan Kalijudan, Surabaya.(Foto: Istimewa)
FOTO bersama tim Departemen Gizi UNAIR gelar bersama masyarakat saat melaksanakan pengabdian masyarakat di UPTD Griya Wreda, Kelurahan Kalijudan, Surabaya.(Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga (UNAIR), sukses menggelar pengabdian masyarakat pada akhir Juni 2025. Pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni tersebut berlangsung di UPTD Griya Wreda, Kelurahan Kalijudan, Surabaya. Tim ini mengangkat tema Edukasi Interaktif Gizi Seimbang dan Senam Holistik sebagai Upaya Lansia Sehat dan Bugar. 

Ketua pelaksana kegiatan, Dr Farapti dr M Gizi, mengungkapkan bahwa pengabdian masyarakat ini merupakan agenda tahunan sejak 2020. Tahun ini, kegiatan lebih berfokus pada edukasi dan senam melalui pendekatan yang interaktif dan fun pada lansia. Tim Departemen Gizi UNAIR juga menggunakan media edukasi yang menarik agar lansia tidak merasa jenuh selama kegiatan berlangsung. 

Pemilihan kelompok lansia sebagai target pengabdian masyarakat bukan tanpa alasan. Farapti menyebut bahwa lansia tergolong ke dalam kelompok rentan sehingga penting untuk mendapat pendampingan. Terlebih, lansia di Griya Wreda adalah adalah lansia yang tidak hidup bersama keluarganya.

“Lansia ini merupakan salah satu kelompok rentan karena selain fungsi fisiologisnya menurun, kehadiran penyakit seringkali berlangsung kronis. Jadi misal hipertensi, diabetes, dan kolesterol itu cukup tinggi. Lansia di sini juga tidak hidup bersama keluarga dan terisolasi sehingga memerlukan support yang berbeda,” jelas Farapti. 

Edukasi interaktif dan senam menjadi agenda utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Griya Wreda. Dalam proses edukasi, tim Departemen Gizi UNAIR menggunakan media kipas yang berisi informasi mengenai gizi seimbang dan bahaya penyakit. Kegiatan edukasi juga dirancang menggunakan permainan puzzle berkelompok untuk meningkatkan antusiasme para lansia. Harapannya, para lansia dapat bersosialisasi dengan sesamanya dalam permainan tersebut.  

Adapun pada agenda senam, tim ini mengembangkan senam fisik yang terintegrasi dengan gerakan senam otak. Hal ini dilatarbelakangi tingginya potensi penyakit seperti demensia pada lansia. Sebagai upaya keberlanjutan, Departemen Gizi UNAIR selama ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kebijakan terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. 

“Kami konsisten mendampingi lansia ini agar mereka itu mempunyai pengetahuan dan pemahaman diri yang baik. Pemahaman diri yang baik ini insyaallah akan tercermin dalam perilakunya sehingga mereka bisa memiliki barrier antara mana yang baik dan buruk. Dengan bisa memfiltrasi yang baik dan buruk, tentunya akan meningkatkan kualitas hidup lansia itu sendiri,” ungkap Farapti. 

Penulis: Khumairok Nurisofwatin

Editor: Khefti Al Mawalia