Universitas Airlangga Official Website

Alumna FIB UNAIR Geluti Dunia Fashion Kecantikan

Konten Kreator Kecantikan Sekaligus Alumna FIB UNAIR, Yunika Fedianti (Foto: Dok. instagram @yunika.fedianti)

FIB NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) terus mencetak lulusan yang tak hanya cakap di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di tengah era  digital. Yunika Fedianti atau akrab disapa Yuka adalah salah satu alumni yang telah sukses berkecimpung di dunia digital dengan menjadi konten kreator kecantikan.

Dalam forum Gathering Alumni yang terselenggara pada (4/6/2025) di ruang Majapahit ASEEC Tower, Yunika menyampaikan bahwa ilmu yang ia dapat selama berkuliah 2014 silam di studi D3 Bahasa Inggris FIB UNAIR turut menyokong dalam perjalanannya di industri kreatif digital, salah satunya adalah public speaking.

“Skill public speaking yang aku pelajari selama berkuliah juga berpengaruh untuk menjadi konten kreator karena harus berada di depan kamera,” ungkapnya.

Dari Passion Jadi Peluang

Perjalanan Yunika menjadi seorang konten kreator bermula ketika ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Yunika mulai menyadari bahwa passion yang ia cari selama ini adalah di dunia kecantikan. Ia memulai konten pertamanya di tahun 2018.

Sejak saat itu, dunia konten kreator membuka banyak pintu bagi Yunika untuk memperoleh penghasilan. Mulai dari endorsement hingga kolaborasi dari berbagai brand ternama. “Dari yang tadinya passion berubah jadi peluang aku untuk menghasilkan uang dan berkolaborasi dengan banyak brand seperti wardah hingga menjadi brand ambassador christopher salon,” jelasnya.

Konsistensi Kunci Utama Kesuksesan

Di balik tampilan konten yang cantik dan tampak effortless, Yunika mengungkapkan bahwa menjadi konten kreator tentunya tidak semudah yang terlihat. Salah satu tantangan yang ia hadapi adalah manajemen waktu.

“Sebagai kreator rasanya 24 jam itu nggak cukup, harus pintar menata jadwal dari kapan bikin kontennya, ngeditnya, sampai diupload,” tuturnya.

Oleh karena itu, Yunika percaya bahwa konsistensi adalah kunci utama dalam menjadi konten kreator. Meskipun, hal tersebut tidak selalu mudah. “Jenuh pasti ada. Yang dilakukan adalah take a break, tapi tetap balik lagi dan lanjutkan yang sudah dimulai,” ujarnya.

(Foto:Dok. instagram @yunika.fedianti)

Menghadapi Ujaran Kebencian dengan Kepala Tegak

Terakhir, Yunika tidak menyangkal bahwa dunia digital tidak selamanya menjadi ruang yang ramah dan positif, terutama untuk perempuan. Ada kalanya juga ia menghadapi ujaran kebencian dari pengguna sosial media. Ia mengungkapkan, pernah mengalami masa sulit ketika menerima ujaran negatif atas penampilannya.

“Titik terendah itu tentunya ada. aku pernah mendapat hate comment saat bikin konten makeup,” ujarnya.

Alih-alih larut dalam ujaran negatif tersebut, Yunika memilih untuk tetap fokus berkonten dan mengabaikannya. “Dia hanya bisa menghujat tapi dia bisa bikin karya seperti apa?. Jadi, aku biarin aja dan fokus ke orang-orang yang support aku,” ungkapnya.

Perjalanan Yunika turut menjadi bukti bahwa latar belakang jurusan di FIB UNAIR tidak membatasi upayanya untuk berkreasi di dunia digital. Perjalanannya adalah contoh nyata bahwa semangat, yang berpadu dengan konsistensi dan kepercayaan diri, dapat menjadi peluang besar yang bermakna.

Prestasi alumna FIB UNAIR ini mencerminkan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

Penulis: Pudja Safana Dwi Putri

Editor: Nadia Azahrah Putri