Kediri, 21 Juni 2025 – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui program Kemitraan Masyarakat (PKM). Kali ini, kegiatan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat Desa Wisata Medowo, Kecamatan Kandangan, Kediri, dengan menyelenggarakan pelatihan pembuatan permen susu jelly. Acara yang bertempat di Balai Desa Medowo ini dihadiri oleh 38 peserta, terdiri dari kader PKK dan masyarakat setempat.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan inovatif dalam mengolah susu, yang merupakan salah satu potensi utama Desa Medowo, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Permen susu jelly dipilih sebagai produk unggulan karena memiliki potensi pasar yang luas, baik sebagai oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Medowo maupun untuk dipasarkan di luar daerah.
“Program ini merupakan salah satu upaya kami untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal dan diversifikasi produk di Desa Medowo,” ujar perwakilan dari FKH Unair. “Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat menciptakan produk olahan susu yang unik dan menarik, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.”
Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong inovasi dan kewirausahaan lokal, serta Tujuan 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan nilai tambah produk pertanian lokal.
Selama pelatihan, peserta diberikan materi komprehensif mulai dari pemilihan bahan baku susu yang berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, formulasi resep permen susu jelly yang tepat, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk. Para peserta juga terlibat aktif dalam sesi praktik langsung pembuatan permen susu jelly, sehingga mereka dapat memahami setiap tahapan proses dengan baik. Antusiasme peserta terlihat jelas dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan semangat mereka dalam mengikuti setiap instruksi.
Kader PKK dan masyarakat setempat menyambut baik program ini. “Kami sangat senang dengan adanya pelatihan ini. Selama ini, susu di desa kami hanya dijual dalam bentuk mentah. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu cara mengolahnya menjadi produk yang lebih bernilai,” ungkap salah seorang peserta.
Diharapkan, setelah pelatihan ini, masyarakat Desa Medowo dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk memproduksi permen susu jelly secara mandiri. Inisiatif ini tidak hanya akan memperkaya ragam produk Desa Wisata Medowo, tetapi juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan daya saing desa di sektor pariwisata. FKH Unair berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Desa Medowo dalam pengembangan produk ini hingga menjadi produk unggulan yang dikenal luas.
Penulis: Riski Lesta Mega




