(sumber: pribadi)
FIB NEWS – Delegasi Fully Funded dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Lady Khairunissa Adiyani, S.Hum, M.Hum. menggagas YouthEd Village Community dalam project SDGs diGlobal Youth Innovation Summit (GYIS) Batch 8 bersama Pemuda Mendunia. Program ini dipresentasikan secara langsung di Malaysia tepatnya di International Islamic University Malaysia (IIUM). Momen ini terasa mengharukan karena bertepatan dengan pengukuhan Lady sebagai alumni sekaligus Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-252 Universitas Airlangga.
Mengenal YouthEd Village Community
YouthEd Village Community merupakan program berbasis komunitas yang digagas oleh Lady bersama tim Education 2 Global Youth Innovation Summit (GYIS) Batch 8 untuk memberdayakan anak-anak di desa melalui pendidikan non-formal, pelatihan keterampilan, dan inovasi sosial. Inisiatif ini berangkat dari keprihatinan terhadap minimnya akses pendidikan dan teknologi di desa.
YouthEd Village Community didirikan sebagai respons atas potensi bonus demografi desa yang belum terkelola secara maksimal, kesenjangan akses pendidikan, rendahnya literasi digital, serta minimnya ruang produktif bagi anak-anak di desa. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kapasitas, peran, dan kontribusi pemuda desa sebagai agen perubahan menuju desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
“Project ini digagas bersama delapan orang dari tim Education II dari Pemuda Mendunia dalam SDGs Project Presentation di Global Youth Innovation Summit(GYIS) sejak awal tahun 2025. Gagasan ini merupakan pemikiran bersama dari 8 orang dengan latar belakang instansi pendidikan yang berbeda diantaranya Lady, Hanifah, Reyan, Rani, Mundi, Maria, Yunita, Frenix.” Ungkap Lady.
Rencana dan Harapan ke Depan
YouthEd Village Community berencana akan memperluas jaringan dengan menjalin koordinasi bersama pihak-pihak terkait, seperti SDGs Center, pemerintah lokal dan daerah, serta lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan desa. Program yang ditawarkan fokus pada pendidikan non-formal, pelatihan keterampilan hidup, literasi digital, dan ruang kolaborasi produktif bagi anak-anak di desa.
Lady juga memberikan harapan keberlanjutan program ini agar dapat diimplementasikan menjadi gerakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas yang linear dengan studinya berfokus pada bidang pendidikan, budaya, dan pemberdayaan.
“Pendidikan adalah kunci kemajuan. Jika kita bisa memulai satu langkah nyata dari satu desa, lalu menggerakkannya ke desa-desa lain, maka kita sedang menanam benih masa depan di seluruh penjuru negeri.” Tutupnya.
Konten ini mendukung SDGs poin nomor 4 tentang pendidikan yang berkualitas
Penulis: Vania Bintang Cahaya Asia
Editor: Arina Nida Arrusyda




