Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Kembangkan Alat Deteksi Penyakit Dini di Desa Nampu

Alat SAINT yang dikembangkan untuk digunakan dalam sesi cek kesehatan warga (Foto: Dok. Tim Pengmas
Alat SAINT yang dikembangkan untuk digunakan dalam sesi cek kesehatan warga (Foto: Dok. Tim Pengmas

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam organisasi Society of Renewable Energy (SRE UNAIR) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat tersebut terlaksana di Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit melalui teknologi sederhana yang mudah digunakan.

Dalam kegiatan ini, SRE UNAIR memperkenalkan inovasi alat kesehatan bernama SAINT (Smart Monitoring Health System). SAINT adalah sebuah sistem pemeriksaan tanda vital berbasis sensor yang dapat masyarakat gunakan secara mandiri. Rancangan aplikasi ini bertujuan untuk membantu mendeteksi gejala penyakit sejak dini, dengan fitur pengukuran tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, kadar oksigen (SpOâ‚‚), serta Body Mass Index (BMI). Melalui edukasi kesehatan tersebut, warga dapat memahami potensi risiko kesehatan secara lebih dini. Baik akibat nilai yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

Sesi foto bersama tim pengabdian masyarakat UNAIR bersama warga Desa Nampu (Foto: Dok. Tim Pengmas)
Sesi foto bersama tim pengabdian masyarakat UNAIR bersama warga Desa Nampu (Foto: Dok. Tim Pengmas)

SAINT merupakan hasil pengembangan tim mahasiswa dengan dukungan pendanaan dari Sustainable Development Goals (SDGs) Center UNAIR, dan saat ini masih dalam tahap penyempurnaan untuk pemanfaatan jangka panjang di masyarakat. Inovasi ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3: Good Health and Well-being.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membuktikan bahwa teknologi sederhana pun bisa memberikan dampak besar, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat pedesaan,” ujar salah satu anggota tim SRE UNAIR.

Kegiatan pengabdian ini melibatkan puluhan warga yang secara antusias melakukan pemeriksaan dan menerima edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan. Para warga juga mendapatkan pelatihan membaca hasil dari SAINT secara mandiri dan mendapatkan pemahaman lanjutan jika terdapat hasil yang tidak normal.

Universitas Airlangga melalui SDGs Center terus mendorong mahasiswa untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang berdampak nyata di masyarakat. Dengan hadirnya SAINT, harapannya inovasi ini dapat diterapkan lebih luas di berbagai desa di Indonesia.

Penulis: Tim Pengmas SRE

Editor: Yulia Rohmawati