Universitas Airlangga Official Website

Kemegahan Reog Iringi Penutupan Summer School SPS UNAIR di Bumi Reog Ponorogo

Ponorogo, 4 Juli 2025 – Semarak budaya dan semangat kebangsaan berpadu harmonis dalam penutupan Summer School ke-5 Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (SPS UNAIR) yang digelar di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Dengan latar kemegahan seni tradisional Reog Ponorogo, acara penutupan berlangsung meriah dan sarat makna.

Empat Singo Barong (Dadak Merak) tampil gagah diiringi oleh para warok dan penari jathilan dari SMA Negeri 2 Ponorogo, menyambut para peserta dan instruktur Summer School dengan pertunjukan budaya yang memesona. Dentuman kendang, lenggak-lenggok kuda lumping, dan gerakan heroik para penari menjadi penanda kuat bahwa pendidikan tak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga melalui pengalaman lintas budaya.


Bupati Ponorogo: Reog Adalah Filosofi Kepemimpinan

Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko, menyambut hangat kehadiran rombongan SPS UNAIR. Ia menyampaikan makna mendalam dari Reog sebagai filosofi kepemimpinan. “Singo Barong menggambarkan pemimpin yang tegas dan kuat seperti harimau, namun anggun dan memikat seperti burung merak,” tuturnya.

Ia juga menyinggung tokoh Prabu Klono Sewandono dalam Reog yang mengenakan topeng sebagai simbol pemimpin yang tidak selalu harus tampil di depan, tetapi mampu menghadirkan dampak besar bagi rakyat. “Kepemimpinan itu soal makna, bukan hanya penampilan,” tegas Kang Sugiri.


Apresiasi SPS UNAIR untuk Pemkab Ponorogo

Prof. Dr. Suparto Wijoyo, S.H., M.Hum., Wakil Direktur III SPS UNAIR, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan luar biasa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Ponorogo kepada seluruh peserta dan instruktur. “Kami merasa terhormat disambut dengan penuh kekayaan budaya yang autentik dan hangat. Ini pengalaman tak ternilai,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kenang-kenangan dan penghargaan, Kang Sugiri memberikan cendera mata berupa baju Reog kepada para peserta dan instruktur Summer School. Hadir dalam kesempatan tersebut pula Prof. Dr. Sri Pantja Madyawati, drh., M.Si., Wakil Direktur II SPS UNAIR, serta para dosen dari berbagai program studi.


Wisata Budaya: Dari Reog ke Telaga Ngebel

Usai penutupan resmi di pendopo, rombongan Summer School diajak mengunjungi Telaga Ngebel, destinasi alam ikonik di Ponorogo yang menyimpan legenda Baru Klinting, seekor naga penjaga telaga. Dikelilingi pepohonan hijau dan udara sejuk pegunungan, Telaga Ngebel menjadi penutup yang sempurna untuk program edukatif ini.

Dengan latar keindahan Telaga Ngebel—yang merupakan kaldera dari gunung berapi purba yang bahkan lebih tua dari Gunung Wilis—para peserta mendapatkan perspektif baru akan harmoni antara ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan pelestarian alam.


Menutup Summer School dengan Semangat Kebangsaan

Penutupan Summer School ke-5 SPS UNAIR ini tidak hanya menandai berakhirnya sebuah program, tetapi juga membuka cakrawala baru tentang pentingnya integrasi antara pendidikan tinggi, pelestarian budaya, dan pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, SPS UNAIR kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor pendidikan multidisiplin yang tak hanya fokus pada keilmuan, tetapi juga mengakar pada nilai-nilai lokal, nasional, dan global.

Follow Sosial Media Sekolah Pascasarjana Unair =
(Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, Twitter, Spotify, TikTok)