Universitas Airlangga Official Website

Pentingnya Pemenuhan Nutrisi pada Ibu Nifas

NERS NEWS – Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Angkatan 2025, Stase Maternitas Gelmbang 4, dari kelompok 2 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga telah sukses melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan dalam stase Keperawatan Maternitas yang bertempat di Ruang IRNA Obgyn Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya pada Kamis (10/07/2025) dengan tema “Pentingnya Pemenuhan Nutrisi pada Ibu Nifas”. Kegiatan ini diikuti oleh 5 peserta yang terdiri dari ibu nifas dan keluarga pasien yang mendampingi. Penyuluhan berlangsung selama 30 menit, dimulai pukul 08.30 WIB hingga 09.00 WIB, dan berjalan secara interaktif dengan sesi diskusi serta tanya jawab dari para peserta yang antusias.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), di mana mahasiswa profesi ners memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi yang optimal selama masa nifas. Masa nifas sendiri merupakan periode pemulihan yang berlangsung sekitar 6-8 minggu pasca persalinan, di mana ibu mengalami perubahan fisiologis dan psikologis serta beradaptasi dengan peran barunya sebagai seorang ibu. Pada masa ini, pemenuhan nutrisi sangat penting karena kebutuhan energi dan zat gizi meningkat, terutama untuk mendukung proses penyembuhan tubuh dan produksi ASI yang cukup dan berkualitas.

Dalam penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa nutrisi adalah zat yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang fungsi sistem organ, pertumbuhan, serta pemeliharaan kesehatan. Kebutuhan gizi ibu nifas meningkat sekitar 25% untuk mendukung pemulihan tubuh dan menunjang proses menyusui. Nutrisi yang diperlukan terdiri dari karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein untuk memperbaiki jaringan tubuh, lemak untuk membantu penyerapan vitamin, serta vitamin dan mineral yang berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka. Cairan juga sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan membantu proses metabolisme. Dalam penyuluhan ini juga disampaikan bahwa ibu nifas sebaiknya menambahkan sekitar 500 kalori per hari dari kebutuhan energi normal, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan cukup mineral dan vitamin, minum 8-12 gelas air per hari, dan rutin mengonsumsi suplemen seperti tablet zat besi selama 40 hari serta kapsul vitamin A dosis tinggi untuk memenuhi kebutuhan vitamin selama masa nifas.

Selain menjelaskan manfaat nutrisi dalam masa nifas seperti mempercepat pemulihan luka, membantu meningkatkan produksi ASI, mencegah anemia, menjaga imunitas tubuh, serta meningkatkan energi dan suasana hati ibu, pemateri juga membahas dampak kekurangan nutrisi, seperti menurunnya kualitas dan kuantitas ASI, lambatnya penyembuhan luka persalinan, terganggunya involusi uterus, serta peningkatan risiko anemia dan infeksi. Dalam sesi penyuluhan juga dijelaskan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari oleh ibu nifas, seperti minuman beralkohol, makanan dan minuman tinggi gula sederhana seperti soft drink dan permen, serta konsumsi berlebihan minuman berkafein seperti kopi, teh, dan coklat. Meskipun tidak dilarang sepenuhnya, asupan kafein tetap perlu dibatasi.

Sebagai pelengkap materi, peserta juga diberikan contoh menu harian bagi ibu nifas yang terdiri dari makan pagi, siang, malam, dan snack bergizi. Contoh menu ini mencakup nasi putih, lauk pauk bergizi seperti telur, ikan, daging, tahu, dan tempe, serta berbagai jenis sayur dan buah seperti urap, capcay, pepaya, dan apel, serta camilan sehat seperti bubur kacang hijau, kue talam, dan susu.

Penyuluhan berjalan dengan sangat baik, peserta menunjukkan minat yang tinggi dan mampu memahami materi yang disampaikan dengan baik. Diharapkan setelah kegiatan ini, ibu nifas dan keluarga memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya nutrisi selama masa pemulihan pasca persalinan serta mampu menerapkan pola makan sehat secara konsisten. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Airlangga berkomitmen untuk terus memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup ibu dan bayi melalui pemenuhan nutrisi yang optimal.

 

Penulis : Childa Nafisah Rahmah
Editor : Alina Ramadani (Airlangga Nursing Journalist)