Universitas Airlangga Official Website

FPK UNAIR Tingkatkan Produksi dan Kualitas Ikan Asap di Trenggalek melalui Aplikasi Asap Cair

Praktik pengemasan olahan ikan asap. (Foto: Dokumentasi tim FPK UNAIR).
Praktik pengemasan olahan ikan asap. (Foto: Dokumentasi tim FPK UNAIR).

UNAIR NEWS  Sebagai wujud pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar pengabdian kepada masyarakat bertajuk Aplikasi Teknologi Asap Cair dalam Peningkatan Produksi dan Kualitas Ikan Asap. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Selasa-Kamis (8-10/7/25).

Menggandeng Kelompok Usaha Bersama (KUB) Berkah Abadi sebagai mitra utama, kegiatan yang yang dipimpin oleh Heru Pramono SPi M Biotech Ph D berfokus pada pengembangan potensi daerah pesisir. Kegiatan ini juga melibatkan Dr Eng Sapto Andriyono SPi MT sebagai narasumber, serta dukungan dari mahasiswa FPK Chandra Trisna Pangestu dan Moch. Haris

Heru menyebut Desa Tawing memiliki potensi perikanan yang cukup besar, terutama dari hasil tangkapan laut yang melimpah. Namun, pengolahan hasil perikanan, khususnya ikan asap, masih dilakukan secara sederhana dan dalam skala kecil. Padahal, dengan teknologi yang tepat dan kemasan yang sesuai standar, produk tersebut dapat bersaing di pasar regional bahkan nasional.

Dalam kegiatan ini tim FPK melakukan pelatihan penggunaan teknologi asap cair sebagai metode pengasapan yang lebih higienis, efisien, dan ramah lingkungan dibandingkan metode tradisional. Teknologi itu mampu menghasilkan cita rasa dan aroma asap yang khas dengan menggunakan perpaduan larutan asap cair dan oven.

“Teknologi asap cair ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperpanjang daya simpan ikan asap. Ini penting jika ingin memasuki pasar yang lebih jauh dari daerah produksi. Selain itu, teknologi ini dapat mengurangi resiko paparan senyawa berbahaya seperti tar dan benzopiren yang muncul saat pengasapan secara konvensional,” ujarnya.

Selain teknis tentang asap cair, Heru menyampaikan bahwa peserta juga mendapatkan edukasi mengenai teknik pengemasan yang baik, termasuk pemilihan jenis plastik kemasan yang aman untuk makanan dari Dr Sapto. Beliau menjelaskan berbagai jenis plastik kemasan yang digunakan dalam industri makanan serta praktik melakukan pengemasan produk ikan asap.

“Kita ingin masyarakat paham bahwa pengemasan juga berperan penting dalam menjaga mutu dan keamanan produk, serta berpengaruh terhadap ketertarikan konsumen. Selain itu penggunaan bahan kemasan yang tidak sesuai juga dapat mempengaruhi kualitas makanan yang akan dipasarkan,” ujarnya.

Penyampaian materi pengenalan asap cair oleh Heru Pramono SPi M Biotech Ph D. (Foto: Dokumentasi tim FPK UNAIR).

Heru menyampaikan respon positif dari peserta yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM di bidang ikan asap. Mereka mengaku selama ini belum mengenal teknologi asap cair dan belum memahami pentingnya kemasan yang sesuai standar pangan. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme peserta dalam mengikuti berbagai materi dan pelatihan yang diberikan.

“Selama ini mereka hanya mengandalkan cara lama, padahal hasilnya kurang tahan lama dan kurang menarik jika dijual. Dengan adanya kegiatan ini, harapannya pelaku usaha ikan asap di sini dapat meningkatkan produksi secara kualitas maupun kuantitas, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi

Editor: Khefti Al Mawalia