UNAIR NEWS – Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) telah menjadi momok mengerikan dunia kesehatan di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan bakteri serta dapat menyerang berbagai kalangan seperti anak-anak dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti batuk, pilek dan demam. Hal ini menjadi perhatian tim SALMON (Social and Learning Activity with Morality for Nation) FPK UNAIR.
Salah satu upaya mencegah ISPA yaitu dengan memenuhi kebutuhan vitamin dengan mengkonsumsi buah. Berkaca dengan banyaknya anak yang tidak suka makan buah, tim SALMON melakukan sosialisasi ISPA dan workshop pembuatan es krim dari buah naga pada Kamis, (6/7/25) di SD Penatarsewu, Sidoarjo.
Pengenalan ISPA
Navira Maharani Az’hara, kepala bidang proker kesehatan SALMON 2025 menyampaikan bahwa ISPA masih banyak ditemui di Indonesia khususnya pada anak-anak. Karena itu sasaran sosialisasi dan workshop tersebut adalah anak SD untuk meningkatkan kesadaran terkait ISPA dan kebiasaan makan buah.
“Sosialisasi bertujuan untuk memperkenalkan apa itu ISPA dan seluk beluknya serta cara-cara untuk menangani penyakit tersebut yang salah satunya dengan makan buah. Kegiatan makan buah tersebut diimplementasikan dengan pembuatan es krim puter dari buah naga. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajarkan siswa-siswi pentingnya mengonsumsi buah untuk kesehatan tubuh,” ungkapnya.
Navira menyebut pemilihan pembuatan es krim puter dari buah naga sebagai implementasi kebiasaan buah karena masih rendahnya konsumsi buah di kalangan anak-anak. Hal ini menjadi salah satu solusi yang cocok karena anak-anak menyukai es krim, sehingga dapat menjadi solusi untuk menggiatkan kebiasan makan buah pada anak.
“Pemilihan buah naga sebagai bahan dasar es krim karena buah naga memiliki kandungan vitamin yang tinggi sehingga cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu antioksidan pada buah naga juga mampu melawan radikal bebas. Buah naga juga berfungsi sebagai pewarna alami pada es krim sehingga lebih menarik dan menggugah selera,” ungkapnya.
Antusiasme Siswa
Navira menyebut selama sosialisasi dan workshop, Ia dan timnya mendapat respon positif dari siswa-siswi SD Penatarsewu. Ia menyebut siswa-siswi sangat responsif, saat penyampaian materi yang ditunjukkan dengan antusiasme saat menjawab berbagai pertanyaan maupun saat membantu proses pembuatan es krim.
“Harapan kedepannya, semoga siswa-siswi SD Penatarsewu lebih sadar terhadap bahaya dan pencegahan ISPA terutama dengan keadaan mereka yang tinggal di daerah sentra produksi pengasapan ikan. Selain itu, kegiatan ini harapannya mampu meningkatkan ketertarikan mereka terhadap konsumsi buah-buahan,” pungkasnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





