Universitas Airlangga Official Website

Gencarkan Pemanfaatan AKDR Lewat Penyuluhan kepada Kader Kesehatan

Suasana berlangsungnya kegiatan pengmas oleh Tim dosen program studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) (Foto: Dok. tim pengmas)
Suasana berlangsungnya kegiatan pengmas oleh Tim dosen program studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) (Foto: Dok. tim pengmas)

UNAIR NEWS – Tim dosen program studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Puskesmas Galis, Pamekasan, Madura pada Rabu (23/7/2024). Kegiatan bertajuk Upaya Peningkatan Cakupan Akseptor Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) ini bertujuan untuk mengedukasi wanita usia subur di sekitar Puskesmas Galis mengenai AKDR dan bersedia untuk menjadi akseptor AKDR.

Kegiatan ini melibatkan 67 peserta yang terdiri dari kader Posyandu dan KB dari 10 desa serta para bidan kelurahan. Turut hadir juga Kepala Puskesmas Galis, Camat Galis, dan perwakilan BKKBN  Pamekasan.

Ketua Pelaksana, Ratna Dwi Jayanti, SKeb Bd MKeb menjelaskan bahwa rendahnya cakupan akseptor AKDR di Kabupaten Pamekasan menjadi latar belakang kegiatan ini. Kegiatan ini berfokus pada edukasi kepada kader posyandu dan KB sebagai langkah awal untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan mereka. Bidan Ratna menyampaikan, AKDR menjadi metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat aman. Baik dari segi pencegahan kehamilan maupun efek samping hormonal.

Kegiatan pengmas ini memiliki rangkaian acara yakni pemaparan materi yang berlanjut dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Materi terfokus pada pengenalan kontrasepsi AKDR dan mengupas mitos fakta terkait AKDR yang masyarakat sekitar percaya. Focus Group Discussion (FGD) untuk mendengarkan masukan dari kader kesehatan dan bidan kelurahan tentang penyebab yang memengaruhi rendahnya akseptor AKDR dan solusi untuk peningkatan cakupan akseptor AKDR di Puskesmas Galis, Pamekasan. Selain itu, terdapat juga pre-test dan post-test sebagai evaluasi efektivitas penyuluhan.

Kepala Puskesmas Galis, yang telah aktif terlibat sejak persiapan awal, menyambut positif  dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Antusiasme peserta juga terlihat dalam partisipasi aktif mereka selama acara. Mereka juga berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan yang mereka dapat dalam praktik sehari-hari.

“Harapannya, dengan kegiatan ini kader dapat mengedukasi wanita usia subur di sekitarnya dan bersedia untuk menjadi akseptor AKDR karena merupakan metode yang tepat untuk mengatur jarak kehamilan sehingga mencegah bahkan menekan angka stunting,” tutup Bidan Ratna.

Kegiatan ini akan berlanjut pada 30 Juli 2025 mendatang dengan melakukan pemasangan AKDR gratis bagi wanita usia subur yang berkenan menjadi akseptor. Hal ini dilakukan sebagai langkah konkret dalam mendukung peningkatan cakupan akseptor AKDR di Puskesmas Galis, Pamekasan.

Penulis: Tim Pengmas

Editor: Yulia Rohmawati