UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 6 Universitas Airlangga (UNAIR) kembali berinovasi menjawab permasalahan lingkungan pemukiman masyarakat. Kelompok BBK 6 Pajaran berhasil membangun Rocket Stove bertempat di Dusun Setren, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Proses pengerjaan berlangsung bersama masyarakat dan tuntas pada Jumat (25/7/2025). Implementasi itu juga menjadi manifestasi dari slogan besar “Pajaran Tanpa Asap” dengan tujuan menciptakan lingkungan Pajaran yang asri.
Bangun Rocket Stove
Koordinator Bidang Lingkungan, Nurul Najmi Mulyaningtyas mengatakan rocket stove sendiri merupakan sebuah alat pembakaran sampah tertutup yang memiliki cerobong asap yang terstruktur dan cukup tinggi. Rocket Stove dirancang sebagai solusi terhadap permasalahan sampah dan pencemaran udara yang kerap terjadi akibat pembakaran terbuka. Alat itu dapat menciptakan aliran udara yang optimal dengan pembakaran yang berlangsung lebih sempurna. Polusi yang rocket stove hasilkan hanya uap air dengan karbondioksida tanpa asap hitam yang mengganggu lingkungan sekitar.
“Dalam proses pembakaran, suhu yang dihasilkan akan optimal dan partikel sampahnya cenderung terbakar habis. Cerobong tinggi akan membuat aliran udara bagus. Sehingga menciptakan pembakaran yang sempurna,” tutur mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR itu.

Program kerja tersebut lahir dari sebuah pengamatan kebiasaan warga sekitar daerah posko penginapan yang kerap membakar sampah pada tempat terbuka. Aktivitas tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).
Gotong Royong Bersama Masyarakat
Mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) UNAIR, Muhammad Alana Hafiz menyebut keterlibatan aktif masyarakat setempat menjadi kunci kesuksesan proses pembangunan rocket stove. Warga tidak hanya menyambut hangat, tetapi juga bergotong royong menciptakan kolaborasi yang produktif antara mahasiswa dan komunitas lokal. Mereka berharap pembangunan Rocket Stove menjadi contoh atau blueprint bagi para masyarakat dan perangkat desa untuk membangun perangkat lain pada setiap dusun. Sehingga jadi inisiator perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.
“Agar tentunya menciptakan lingkungan yang semakin minim asap.” tutupnya.
Penulis: Azhar Burhanuddin
Editor: Ragil Kukuh Imanto





