UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 6 Universitas Airlangga (UNAIR) memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah ramah lingkungan melalui program bertajuk Sapu Asap Desa dengan Rocket Stove. Kegiatan ini terlaksana pada Selasa malam (29/8/2025) bertempat di halaman area perkebunan Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Program ini bertujuan memberikan solusi alternatif terhadap persoalan pembakaran sampah rumah tangga yang selama ini kerap menimbulkan asap tebal dan mencemari udara sekitar. Dengan mengusung teknologi tepat guna, mahasiswa KKN UNAIR membuat dan mendemonstrasikan langsung penggunaan Rocket Stove. Yakni alat pembakar sampah berbahan bata ringan dan besi yang mampu meminimalisir asap hasil pembakaran.
“Rocket Stove ini didesain sedemikian rupa agar proses pembakaran lebih optimal dan menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dibanding cara konvensional. Kami ingin memperkenalkan bahwa mengelola sampah bisa dilakukan dengan cara yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” ujar Vidi Wilujeng Oktaviany. Salah satu anggota Tim KKN-BBK 6 UNAIR di Desa Gedangan.
Edukasi pada Masyarakat
Kegiatan dimulai dengan sesi edukasi kepada warga mengenai dampak negatif pembakaran terbuka dan keunggulan Rocket Stove. Dilanjutkan dengan demonstrasi pembangunan alat secara langsung, warga diajak terlibat dalam proses penyusunan batu bata ringan, pencampuran lem perekat khusus bata ringan, hingga uji coba pembakaran sampah kering seperti daun dan plastik non-B3. Antusiasme warga, khususnya ibu rumah tangga dan kepala keluarga, terlihat tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami biasanya bakar sampah di belakang rumah, dan memang asapnya kadang bikin sesak. Tapi setelah lihat alat ini, ternyata bisa nyala bagus tanpa asap banyak. Jadi tertarik mau coba bikin sendiri di rumah,” ungkap Bu Rini, salah satu warga yang turut hadir dalam pelatihan.
Program ini juga menjadi wadah dialog interaktif antara mahasiswa dan masyarakat. Beberapa warga bahkan menyampaikan keinginan untuk melanjutkan produksi Rocket Stove secara mandiri. Tim KKN pun menyiapkan panduan teknis agar alat ini dapat direplikasi dengan mudah menggunakan bahan yang terjangkau dan tersedia di lingkungan sekitar.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Yulis Setiya Dewi, S.Kep., Ns., MSc., mengapresiasi pendekatan mahasiswa yang tidak hanya edukatif, tetapi juga aplikatif. “Program ini menjawab persoalan lingkungan dengan solusi nyata. Tidak sekadar teori, tetapi ada aksi langsung dan hasil yang bisa dirasakan oleh warga,” jelasnya.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang sehat semakin meningkat. Rocket Stove menjadi contoh konkret penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus wujud kontribusi Universitas Airlangga dalam membangun desa yang lebih bersih dan sehat.
Penulis: Vidi Wilujeng Oktaviany
Editor: Yulia Rohmawati





