Universitas Airlangga Official Website

Rektor UNAIR Tekankan Pentingnya Pengabdian dan Moralitas Lulusan

UNAIR NEWS – Momentum wisuda selalu menjadi peristiwa penting bagi Universitas Airlangga (UNAIR) dalam melahirkan lulusan program doktor, magister, sarjana, dan diploma. Pada gelaran wisuda edisi 254, Sabtu (27/9/2025) sesi kedua, UNAIR meluluskan sebanyak 908 wisudawan. Acara tersebut berlangsung di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C dengan dipimpin langsung oleh Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin.

Dalam sambutannya, Prof Madyan menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan pintu awal untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. “Inilah titik awal lulusan UNAIR untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh di bangku kuliah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof Madyan menegaskan bahwa para lulusan UNAIR telah ditempa tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan keterampilan nonteknis yang relevan dengan tuntutan zaman. Menurutnya, filosofi Excellence with Morality-lah yang menjadi pijakan UNAIR harus selalu dipegang teguh sebagai kompas hidup.

“Keunggulan tanpa moralitas adalah kehampaan. Sebaliknya, keunggulan yang disertai nilai-nilai luhur akan membawa pada kesuksesan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Rektor UNAIR mengingatkan agar wisudawan meneladani kiprah alumni yang telah berkontribusi besar di tingkat nasional. Seperti, Dr. Eri Cahyadi (Wali Kota Surabaya), Dr (H C U A) Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua IKA UNAIR), Dr Agus Harimurti Yudhoyono (Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur), hingga Prof (H C U A) Sunarto (Ketua Mahkamah Agung RI).

“Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa ilmu, karakter, dan pengabdian yang terbentuk selama di UNAIR menjadi bekal berharga untuk mengubah dunia,” ungkapnya.

Prof Madyan berpesan agar para lulusan UNAIR senantiasa membawa manfaat di mana pun berada. “Gunakan ilmu yang kalian miliki untuk menjawab tantangan zaman. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” pungkas Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu. 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Khefti Al Mawalia