Universitas Airlangga Official Website

Bekali Mahasiswa Baru dengan Moderasi Beragama

FIB NEWSUniversitas Airlangga (UNAIR) menggelar rangkaian kegiatan Persiapan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 1–2 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi pintu gerbang bagi para mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat sejarah, prestasi, dan proyeksi masa depan UNAIR, sekaligus mendapatkan pembekalan penting terkait kehidupan akademik dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa).

Selain materi pengenalan kampus, PKKMB UNAIR 2025 juga menghadirkan pembahasan khusus mengenai kebangsaan, kebhinekaan, moralitas, dan moderasi beragama. Materi ini dirancang untuk membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, toleransi, dan kepedulian terhadap keberagaman.

Menjaga Moralitas di Tengah Keberagaman
Dalam sesi bertema Menjaga Moralitas Berbangsa dan Beragama, mahasiswa baru diajak memahami bahwa moralitas adalah fondasi kehidupan sosial yang menjadi pengarah dalam bersikap dan bertindak. Nilai-nilai moral dianggap semakin penting di tengah maraknya ujaran kebencian, intoleransi, lunturnya semangat gotong royong, dan pengaruh negatif media sosial terhadap etika publik.

Indonesia, yang lahir dari keberagaman suku, agama, dan budaya, dibangun oleh para pendiri bangsa dengan mengedepankan nilai persatuan. Oleh karena itu, kesadaran sejarah perlu terus ditanamkan agar generasi muda mencintai tanah air dan menjaga persatuan. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen moderasi beragama, menyuarakan toleransi, membangun ruang diskusi sehat di kampus, serta aktif dalam pengabdian masyarakat.

Moderasi Beragama sebagai Jalan Tengah
Materi berikutnya mengupas konsep moderasi beragama, yang diartikan sebagai sikap mengambil jalan tengah—tidak bersikap ekstrem, namun juga tidak menyepelekan ajaran agama. Moderasi beragama menolak perilaku berlebihan, baik dalam bentuk ekstremisme maupun penyimpangan nilai moral dan agama.

Contoh perilaku berlebihan yang perlu dihindari antara lain memaksakan pandangan keagamaan dengan merusak rumah ibadah, atau sebaliknya, menyepelekan ajaran agama dengan alasan toleransi yang keliru. Moderasi beragama mendorong penganut agama untuk menjalankan keyakinannya secara penuh sambil menghormati praktik ibadah umat lain.

Di lingkungan kampus, moderasi beragama diimplementasikan melalui interaksi inklusif, penghormatan terhadap perbedaan, partisipasi dalam upacara bendera, dan keterlibatan dalam kegiatan sosial. Prinsip ini diharapkan mampu mencegah munculnya etnosentrisme berlebihan, ujaran kebencian, dan penyimpangan moral.

Harapan untuk Mahasiswa Baru UNAIR
Melalui PKKMB 2025, UNAIR berharap mahasiswa baru dapat menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Hidup rukun, saling menghormati, tidak melanggar moral kemanusiaan, serta menjaga ketertiban umum menjadi prinsip yang harus dipegang teguh selama menempuh pendidikan di Universitas Airlangga.

Dengan bekal ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi insan akademis yang berprestasi, tetapi juga menjadi generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan nilai-nilai luhur Indonesia.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.