Universitas Airlangga Official Website

KEGIATAN BELAJAR BERSAMA KOMUNITAS (BBK) FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS AIRLANGGA ERBY PET CARE MAGETAN 2025

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga tengah melaksanakan program Belajar Bersama Komunitas (BBK), yang berlangsung mulai Rabu, 16 September hingga Rabu, 12 November 2025. Sebanyak 205 mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah di Jawa Timur untuk melaksanakan program ini. Salah satu lokasi kegiatan adalah Kabupaten Magetan, yang dipilih karena memiliki potensi besar dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Selama tiga hari, yaitu Rabu, 17 September hingga Jumat, 19 September 2025, penulis mendapatkan kesempatan melaksanakan kegiatan BBK di Klinik Hewan ERBY Pet Care & Pet Shop yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 23, Nganten, Selosari, Kec. Magetan. Klinik yang berdiri sejak tahun 2022 ini dikelola oleh seorang dokter hewan dibantu satu orang vet assistant. Layanan yang ditawarkan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, rawat inap, penitipan hewan, grooming, serta penyediaan kebutuhan hewan kesayangan.

Standar Prosedur Klinik

Klinik memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat sebelum melakukan tindakan medis. Setiap pasien yang datang akan melalui tahapan pemeriksaan awal, meliputi penimbangan, pengukuran suhu tubuh, pemeriksaan mukosa mulut dan mata, turgor kulit, Capillary Refill Time (CRT), kondisi bulu, serta uji kelainan gerak (lameness test). Mahasiswa magang turut dilibatkan dalam prosedur ini dengan bimbingan dokter hewan sebagai bentuk pembelajaran langsung.

Kasus Selama Kegiatan BBK

Selama tiga hari magang, beberapa kasus pada kucing yang ditangani antara lain:

  • Hari Pertama (17 September 2025): Terdapat tiga kasus rawat inap, yaitu kucing dengan Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) yang disertai komplikasi hati dan ginjal sehingga dilakukan pemasangan kateter serta pemberian obat secara berkala; kucing dengan prolaps rektum disertai scabies yang ditangani melalui prosedur colopexy, pemberian pakan cair, dan pengobatan antiparasit; serta kucing dengan Eosinophilic Granulomatous Complex (EGC) yang menunjukkan lesi pada rongga mulut sehingga dilakukan terapi obat secara teratur.

  • Hari Kedua (18 September 2025): Seorang pasien kucing dengan Feline Infectious Peritonitis (FIP) ditangani dengan tindakan abdominocentesis, menggunakan spuit 3 cc, dengan total cairan yang dikeluarkan dari rongga peritoneum sebanyak 200 cc.

  • Hari Ketiga (19 September 2025): Kasus kucing dengan otitis, ditangani dengan pembersihan telinga dan pemberian obat tetes sesuai indikasi.

Kegiatan BBK ini berhubungan erat dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:

  • SDG 3 (Good Health and Well-Being): Penanganan berbagai kasus penyakit menular dan non-menular pada hewan peliharaan membantu menjaga kesehatan hewan sekaligus mencegah risiko zoonosis.

  • SDG 4 (Quality Education): Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik langsung di lapangan sehingga meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran hewan berbasis pengalaman nyata.

  • SDG 12 (Responsible Consumption and Production): Penggunaan obat secara tepat dosis dan sesuai indikasi mendukung pemanfaatan obat yang bijak, sekaligus mencegah resistensi antimikroba.

  • SDG 15 (Life on Land): Perawatan kesehatan hewan kesayangan turut berkontribusi pada kesejahteraan satwa domestik dan mendukung pelestarian ekosistem darat.

  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): Program BBK menjadi sarana kolaborasi antara perguruan tinggi, klinik hewan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan hewan dan kesejahteraan bersama.

Kegiatan BBK di Klinik Hewan ERBY Pet Care & Pet Shop memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu kedokteran hewan secara nyata. Selain menambah keterampilan klinis, kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan hewan dan mendukung pencapaian target SDGs di bidang kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan satwa.

oleh : Mareta Despina Tawang