UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih prestasi membanggakan pada gelaran duta bergengsi bertajuk Cak Ning Surabaya lewat Rafa Fauzan Pasha. Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) itu sukses menyabet penghargaan khusus dan dinobatkan sebagai Pemenang Penghargaan Persahabatan.
Gelar ini menjadi sangat istimewa karena mencerminkan nilai-nilai perjuangan pada sebuah ajang kompetisi. Keberhasilannya tidak semata-mata membawa nama baik Kampus Timur Jawa Dwipa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya tentang arti kolaborasi.
“Menurut saya, persahabatan adalah rasa kepedulian yang tinggi terhadap semua orang. Terkhusus sesama peserta apapun kondisinya,” ujar Rafa, mengawali penjelasannya terkait filosofi yang ia pegang selama proses seleksi Cak Ning Surabaya.
Forum Aplikatif
Konsep persahabatan yang Rafa angkat tak hanya sebatas pada teori, melainkan terwujud dalam tindakan nyata dan aplikatif. Ia meyakini bahwa ikatan yang kuat dan mampu saling mendukung justru harus terbangun di antara para peserta demi menjadi fondasi kuat untuk menjalani setiap tahapan dengan integritas.
Salah satu tindakan konkret dari nilai persahabatan yang Rafa usung adalah dengan menginisiasi sebuah forum komunikasi yang jujur dan terbuka. “Salah satu tindakan tersebut adalah mengadakan forum kejujuran sesama peserta sesuai dengan filosofi “cak” yang tidak mbendol mburi pada suatu permasalahan,” jelasnya.
Tanggung Jawab Baru
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa motivasi utamanya dalam mengikuti ajang ini bukan sakadar memperoleh gelar. Ia datang dengan komitmen untuk belajar dan meningkatkan pengalaman hidupnya. “Tujuan ikut pastinya untuk improve skill dan tidak ada tujuan terkhusus untuk mendapatkan gelar apapun, tetapi tetap all in di setiap rangkaian kegiatan,” ungkapnya.
Meski harus mengalami tuntutan untuk bisa membagi waktu dengan kuliah, ia melihat gelar ini bukan sebagai titik akhir, melainkan sebuah tanggung jawab baru untuk berkontribusi di masyarakat. Ia berharap mampu menjadi agen perubahan yang memajukan potensi lokal, khususnya bidang pariwisata Kota Surabaya.
“Keluar dari zona nyaman karena keberhasilan tidak bisa dicapai ketika tidak ada pengorbanan. Jadilah agent of change demi kemajuan bangsa. Banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan di Surabaya sehingga dibutuhkan kolaborasi pentahelix,” tutupnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





