Universitas Airlangga Official Website

Tim Radju UNAIR Inovasikan RADVENT di Ajang LIDM 2025 Kemdiktisaintek

Tim Radju, Finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Universitas Airlangga (UNAIR) 2025 (Foto: Narasumber)
Tim Radju, Finalis Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Universitas Airlangga (UNAIR) 2025 (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Kolaborasi lintas Program Studi (PRODI) mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengirimkan perwakilannya di ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) 2025. Melalui inovasi ‘RADVENT (Radiology Adventure)’ Tim Radju mampu menghadirkan solusi digital interaktif untuk pembelajaran radiologi yang menarik, edukatif, dan mudah dipahami.

Tim Radju terdiri dari empat mahasiswa lintas keilmuan, antara lain M. Pradana Setyawan (FV) sebagai ketua tim sekaligus konseptor utama konten radiologi, Davina W Aura Febritalianti (FV) sebagai penyusun dan validator materi anatomi, Alfiyatul Khoiriyah (FTMM) sebagai pengembang model 3D alat radiologi, dan M. Naufal Aulia (FTMM) sebagai data engineer dan integrator sistem digital.

Radiology Adventure: Belajar Radiologi Secara Interaktif

Melalui kolaborasi yang matang antar prodi, mereka mampu menciptakan RADVENT (Radiologi Adventure). RADVENT mereka kembangkan untuk menjawab tantangan mahasiswa dalam memahami anatomi dan alat pencitraan medis yang selama ini hanya mereka dapatkan melalui teori dan gambar dua dimensi. “Kami ingin menghadirkan pembelajaran radiologi yang lebih interaktif dan menyenangkan melalui visualisasi 3D dan fitur digital,” jelas Pradana.

Aplikasi RADVENT memiliki tiga fitur utama, yakni RadWorld yang menampilkan model 3D alat radiologi X-ray, CT-Scan, dan MRI beserta simulasi posisi pasien. Kedua, RadBook, sebagai bank materi pembelajaran dan referensi radiologi. Ketiga, RadCase, kumpulan soal berbasis kasus klinis yang membantu pengguna mengasah kemampuan analisis radiografis.

Tantangan dan Inovasi

Dalam merancang RADVENT, Tim Radju sempat mengalami berbagai tantangan, mulai dari pembuatan model 3D yang realistis, hingga memastikan keakuratan konten medis. Davina menambahkan jika selama proses persiapan, mereka membagi tugas sesuai dengan keahlian masing-masing individu. “Kami berusaha menyeimbangkan antara akurasi ilmiah dan pengalaman pengguna agar aplikasi ini tetap menarik sekaligus edukatif,” ungkap Davina.

Keberhasilan Tim Radju sebagai finalis LIDM tidak lepas dari kekuatan kolaborasi lintas prodi. Naufal berharap bahwa Inovasi ini mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran mahasiswa, khususnya di bidang radiologi dan kesehatan. “Kedepannya, kami ingin menambahkan fitur simulasi interaktif untuk pengaturan parameter radiografi. Kemudian integrasi data berbasis AI yang kompeten untuk menilai hasil latihan pengguna,” tambah Naufal.

Rencana Pembangunan dan Pesan

Sebagai penutup, Alfiyatul menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan RADVENT menjadi platform pembelajaran digital yang dapat diakses oleh mahasiswa seluruh Indonesia. “Kami berharap RADVENT tidak hanya menjadi karya kompetisi, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di kampus-kampus Indonesia,” ujar Alfiyatul.

Tim Radju menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak takut berinovasi dan berani mencoba hal baru. Tidak hanya itu, Pradana selaku ketua tim juga berpesan bahwa inovasi yang besar lahir dari keberanian untuk mencoba. “Jangan ragu memulai dari ide kecil. Kompetisi seperti LIDM bukan hanya soal menang, tapi tentang bagaimana kita belajar, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi nyata,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid

Editor: Ragil Kukuh Imanto