UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang. Jenar Gandhi Dewantoro, mahasiswa Program Studi Akuakultur itu, berhasil meraih penghargaan Cak Favorit dalam ajang Pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2025. Penghargaan tersebut diberikan kepada peserta dengan perolehan suara terbanyak dari masyarakat.
Meski sempat ragu untuk mendaftarkan diri karena belum begitu mengenal seluk-beluk Kota Surabaya, Jenar akhirnya memberanikan diri keluar dari zona nyaman. “Awalnya sempat ragu mendaftar karena belum banyak tahu soal Surabaya. Tapi keinginan untuk berkembang dan keluar dari zona nyaman membuat saya akhirnya mencoba,” ungkapnya.
Kuatnya Rasa Saling Bantu
Dalam ajang tersebut, Jenar harus melalui tiga tahapan seleksi, mulai dari tes tulis, wawancara, hingga semifinal dan karantina sebelum akhirnya melangkah ke babak Grand Final. Di setiap tahap, ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama tentang pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Momen paling berkesan selama mengikuti pemilihan ini adalah rasa kekeluargaan yang kuat antarpeserta. Dari hal-hal kecil seperti saling bantu saat kekurangan atribut, sampai belajar disiplin bersama, semuanya bikin saya jadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Meski disibukkan dengan tugas kuliah, Jenar tetap berusaha menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan kegiatan kompetisi. “Tantangannya pasti ada, terutama dalam membagi waktu. Tapi selama bisa mengatur prioritas, semuanya bisa dijalani,” tambah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) itu.
Dukungan Keluarga dan Teman Dekat
Jenar mengungkap tidak memiliki strategi khusus untuk meraih gelar Cak Favorit. Ia justru terkejut saat diumumkan sebagai pemenang dengan suara terbanyak. “Mungkin ini semua berkat dukungan dari keluarga dan teman-teman yang membuat saya bisa sampai di titik ini,” tutur Jenar.
Bagi Jenar, kemenangan ini merupakan simbol persaudaraan antarpeserta Cak dan Ning Surabaya 2025. “Buat saya, kemenangan ini milik semua angkatan 2025. Kami sudah berjuang bersama sejak awal, jadi semuanya adalah juara,” ujarnya tegas.
Berani Mengambil Kesempatan
Kini sebagai penyandang gelar Cak favorit Surabaya, Jenar berkomitmen membawa nilai-nilai positif dalam setiap langkahnya. Ia menekankan pentingnya sikap tegas dan bertanggung jawab. “Sebagai Cak, kita harus menepati apa yang kita omongkan, berani bicara di depan, dan menyelesaikannya di tempat,” tegasnya.
Melalui pengalamannya di ajang Cak dan Ning Surabaya, Jenar ingin mendorong generasi muda untuk lebih berani keluar dari zona nyaman. “Setiap arek Suroboyo harus berani mengambil kesempatan. Ingat, Surabaya wani!” pesannya.
Untuk ke depan, Jenar berharap dapat terus menginspirasi pemuda dan pemudi Surabaya agar berani berimprovisasi, mengembangkan potensi diri, dan berkontribusi untuk kota Surabaya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Ragil Kukuh Imanto





