UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan datang dari mahasiswa Fakultas Hukum (FH) melalui tim Asian Law Students’ Association (ALSA) Local Chapter UNAIR. Mereka terdiri atas Afia Agustin dan Zaki Ikhlas Shalahuddin. Tim yang mereka berikan nama Wanapala tersebut berhasil meraih Juara I Negotiation Competition ALSA Legal Competition (LEGION) yang terselenggara oleh ALSA Local Chapter Universitas Brawijaya. Kompetisi berskala nasional ini berlangsung secara daring dan melibatkan berbagai universitas terkemuka di Indonesia.
Kembangkan Strategi Hadapi Hukum Modern
ALSA LEGION merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan mahasiswa hukum dari seluruh Indonesia untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, serta keterampilan praktikal di bidang hukum. Terdapat beberapa cabang lomba seperti legal opinion, indictment, dan negotiation. Tahun ini, cabang negotiation competition mengusung tema Negotiation Dynamics in Business Acquisition Transactions yang menyoroti pentingnya strategi komunikasi hukum dalam proses akuisisi bisnis.
Tema tersebut sangat relevan dengan perkembangan hukum modern, khususnya di bidang hukum korporasi. Di mana calon praktisi hukum tidak hanya mendapat tuntutan untuk memahami aspek hukumnya. Mealinkan juga mampu menerapkan keterampilan negosiasi yang solutif dan strategis. “Melalui tema ini, kami menavigasi kompleksitas kepentingan ekonomi dan hukum guna mencapai hasil kesepakatan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Afia.
Strategi Negosiasi dan Simulasi Kasus Bisnis
Dalam perlombaan tersebut, para peserta melakukan simulasi negosiasi terkait akuisisi perusahaan food and beverage (FnB). Setiap tim berperan secara bergantian sebagai pihak pembeli dan penjual, masing-masing diwakili oleh direktur perusahaan dan kuasa hukumnya. Opening statement menjadi sesi pembuka dan closing statement sebagai penutup. Para pihak mendiskusikan sejumlah isu krusial mulai dari utang perusahaan hingga kesepakatan harga akuisisi.
Tim Wanapala tampil memukau melalui strategi negosiasi yang sistematis dan berbasis riset mendalam. Mereka menekankan pentingnya pendekatan win-win solution dengan pemetaan kepentingan para pihak serta penerapan strategi komunikasi yang efektif.
Afia mengungkapkan bahwa motivasi mereka mengikuti kompetisi ini berangkat dari keinginan untuk mengasah kemampuan praktikal di luar ruang kuliah. “Kami belajar banyak tentang bagaimana mengintegrasikan aspek hukum dengan strategi bisnis, sehingga solusi yang disepakati tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tuturnya.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FH UNAIR terus menunjukkan eksistensinya dalam kompetisi hukum tingkat nasional serta mencerminkan semangat pilar-pilar ALSA. Dengan semangat intelektual dan profesionalisme yang tinggi, Afia dan Zaki berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa FH UNAIR lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama baik almamater di kancah nasional.
Penulis: Muhammad Afriza Atarizki
Editor: Yulia Rohmawati





