Universitas Airlangga Official Website

Apoteker UNAIR, Muhammad Nashrullah Jelaskan Peluang Farmasi Veteriner dan Peran PJTOH

Muhammad Nashrullah, S.Farm., Apt., menyampaikan materi mengenai karier di bidang farmasi veteriner kepada mahasiswa UNAIR. (Foto: penulis)
Muhammad Nashrullah, S.Farm., Apt., menyampaikan materi mengenai karier di bidang farmasi veteriner kepada mahasiswa UNAIR. (Foto: penulis)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Fakultas Farmasi Universitas Airlangga mendapat wawasan langsung tentang farmasi veteriner melalui webinar Alumni Berbagi persembahan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi (BEM FF) pada Sabtu (25/10/2025) via Zoom Meeting. Webinar menghadirkan Muhammad Nashrullah SFarm Apt, Pharmacist (PJTOH) & HSEQR Specialist di PT IMCD Indonesia. “Peran apoteker di bidang veteriner sangat luas. Jangan takut mengambil peluang, kolaborasi dengan dokter hewan kunci sukses,” tegas Nashrullah di awal sesi.

Keamanan Produk dan Klasifikasi Obat Hewan

Nashrullah menjelaskan pentingnya memastikan produk hewan, seperti daging, telur, dan susu, aman dari residu obat. “Setiap obat yang diberikan harus dicek residunya dan waktu hentinya sesuai regulasi. Ini untuk keamanan konsumen,” ujarnya. Ia memaparkan empat kategori obat hewan: biologik, farmasetik, premix, dan obat alami. Setiap kategori dibagi lagi menjadi obat keras, bebas terbatas, dan bebas, sama seperti obat manusia. Ia menambahkan, pemahaman regulasi sangat penting agar apoteker bisa mengambil keputusan tepat di industri maupun distribusi obat hewan.

Peluang Karier dan Peran PJTOH

Nashrullah membagikan jalur karier apoteker di bidang veteriner, mulai industri obat hewan, distributor, lembaga riset, klinik, rumah sakit hewan, hingga lembaga internasional. Ia menekankan kolaborasi lintas profesi dengan dokter hewan untuk memastikan kualitas produk dari riset hingga distribusi. Nashrullah juga menjelaskan peran PJTOH: menolak obat ilegal, memberi pertimbangan teknis, dan mengawasi produksi serta distribusi obat. “Integritas dan pemahaman regulasi adalah kunci. Kalian punya wewenang menyetujui atau menolak produk yang tidak sesuai aturan,” jelasnya. Ia menambahkan, kemampuan komunikasi dan kolaborasi tim menjadi faktor penentu keberhasilan di lapangan.

Tren Obat Hewan dan Tanya Jawab Peserta

Sesi tanya jawab membahas tren obat sintetis dan alami, peran apoteker di lapangan, serta tantangan komunikasi dengan dokter hewan. Nashrullah menuturkan, “Obat sintetis masih dominan, tetapi produk alami mulai berkembang, khususnya untuk suplemen pakan. Apoteker mendukung dari belakang layar, memastikan distribusi dan penyimpanan obat sesuai standar. Kolaborasi tetap penting agar produk berkualitas sampai ke konsumen.” Ia juga menyarankan mahasiswa untuk aktif mengeksplorasi penelitian inovatif di bidang farmasi veteriner agar pengalaman kuliah lebih aplikatif.

Webinar berujung dengan pesan inspiratif Nashrullah: “Farmasis veteriner memiliki peluang besar. Kolaborasi, regulasi, dan integritas menentukan kesuksesan. Jangan takut mencoba dan terus kembangkan kompetensi.”

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto