NAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dalam ajang Global Youth Competition (GYC) 2025 yang terselenggara oleh Faculty of Education Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tim UNAIR berhasil meraih Juara II kategori artikel ilmiah. Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa untuk menawarkan solusi dan ide terhadap isu global seperti pendidikan, lingkungan, dan teknologi.
Tim UNAIR tersebut beranggotakan Ibrahim Al Khowwas (Fakultas Vokasi), Farhan Aldan Khairian (Fakultas Sains dan Teknologi), Aleind Aloysius Gonzaga (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin), dan Safina Natasya Ul Aulia (Fakultas Farmasi).
“Kami memilih kategori artikel ilmiah karena ingin menampilkan hasil penelitian yang memiliki dasar empiris kuat dan berpotensi memberikan kontribusi nyata pada dunia pendidikan,” ungkap Ibrahim.
Langkah Inovasi
Sebuah perjalanan panjang yang mereka lalui dalam kategori artikel ilmiah. Mulai dari tahapan seleksi proposal, penilaian karya ilmiah, hingga presentasi final di hadapan juri. Artikel yang mereka angkat berjudul “Efektivitas Pengembangan Media Pembelajaran Terintegrasi AI Berbasis Interest-Based Learning”.

Melalui artikel tersebut, mereka menawarkan inovasi media pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan (Aplus). Aplikasi itu mereka rancang agar mampu menyesuaikan konten pembelajaran dengan minat siswa melalui karakter yang mereka sukai seperti Doraemon, Boboiboy, atau Naruto.
Pada penyusunan artikel itu, mereka menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sebelum menuliskan penelitian itu, ia melakukan observasi lapangan, pengujian pre-test dan post-test, serta analisis data statistik menggunakan software R. Hasil dari penelitian itu menunjukkan peningkatan minat dan hasil belajar siswa sekolah dasar. “Karena tema ini dipilih dari melihat rendahnya minat belajar siswa sekolah dasar akibat media pembelajaran konvensional yang kurang menarik,” tuturnya.
Apresiasi Juri
Meski berhasil meraih prestasi gemilang, tim juga menghadapi sejumlah tantangan. Terutama dalam manajemen waktu di tengah kesibukan akademik masing-masing anggota.
“Tahapan presentasi final di depan juri internasional menjadi momen paling menegangkan sekaligus berharga. Kami tidak menyangka ketika juri memberikan apresiasi terhadap ide penggabungan AI dan psikologi minat belajar anak. Itu menjadi validasi bagi kami bahwa arah riset ini relevan dengan masa depan pendidikan global,” ujarnya.
Setelah meraih prestasi tersebut, tim itu berencana mengembangkan Aplus menjadi aplikasi pembelajaran berbasis mobile yang dapat digunakan di sekolah dasar, serta mempublikasikan artikel mereka di jurnal internasional bereputasi.
Penulis: Adinda Octavia Setiowati
Editor: Yulia Rohmawat





