Universitas Airlangga Official Website

Basasing UNAIR Gelar Kuliah Tamu Bahas Bisnis Terjemahan di Era Digital

Zakkyl Fikri Pratama SS MLi saat memaparkan materi "Building and Managing a Translation Business in The Digital Era" pada Zoom Meeting (Foto: Istimewa)
Zakkyl Fikri Pratama SS MLi saat memaparkan materi "Building and Managing a Translation Business in The Digital Era" pada Zoom Meeting (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar kuliah tamu bertajuk Building and Managing a Translation Business in the Digital Era”. Kegiatan ini menghadirkan Zakkyl Fikri Pratama, SS MLi, CEO Translation Transfer, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam kuliah tamu tersebut, Zakkyl membahas bagaimana perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri terjemahan. Terlebih lagi, melalui fenomena Machine Translation Post-Editing (MTPE), yakni proses penyuntingan hasil terjemahan mesin untuk memastikan akurasi dan kualitas. Menurutnya, MTPE kini menjadi kunci bagi perusahaan dan individu yang membutuhkan terjemahan cepat namun tetap akurat, terutama di sektor-sektor kritis seperti hukum, medis, dan e-commerce.

Zakkyl menjelaskan bahwa pasar jasa MTPE sedang mengalami pertumbuhan pesat. Pada tahun 2024, nilai pasar diperkirakan mencapai 1,420 juta USD atau setara Rp 23,217 triliun. Tahun berikutnya, nilai pasar diproyeksikan meningkat menjadi 1,590 juta USD (Rp 25,996,5 triliun) dan diperkirakan akan mencapai 5 miliar USD (Rp 81,750 triliun) pada tahun 2035. Dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 12,1 persen, menurut prediksi, industri ini akan menjadi salah satu sektor paling menjanjikan di dunia terjemahan modern.

Soroti Kolaborasi Global

Selain membahas angka-angka pasar, Zakkyl menyoroti faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan MTPE. Globalisasi meningkatkan kebutuhan komunikasi lintas bahasa dan budaya, sementara tuntutan akan terjemahan berkualitas tinggi membuat MTPE semakin penting. Tidak hanya itu, kolaborasi global menuntut pemrosesan bahasa yang cepat dan akurat agar tim internasional dapat bekerja secara efektif.

Menurut Zakkyl, MTPE bukan sekadar mengedit hasil terjemahan mesin. “Ini tentang bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, menjaga akurasi, dan memenuhi kebutuhan klien yang semakin kompleks,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemampuan industri MTPE untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan klien mulai dari proyek yang menuntut akurasi tinggi hingga proyek yang fokus pada efisiensi biaya dan waktu menjadi salah satu keunggulan utama sektor ini.

Kuliah tamu ini memberikan wawasan penting bagi mahasiswa dan profesional bahasa mengenai peluang karir dan bisnis dalam industri terjemahan digital. MTPE, menurut Zakkyl, tidak hanya membuka jalan bagi efisiensi, tetapi juga menjadi jembatan untuk menghadirkan terjemahan berkualitas di tengah kebutuhan global yang semakin dinamis.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania
Editor: Ragil Kukuh Imanto