UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim yang beranggotakan Nayla Aliyya Zahra, Ilma Fadhila Hasna, dan Nawal Faizah El Fajri berhasil meraih Juara 3 kategori Oral Presentation dalam ajang INTERMEDISCO 2025 (Interfaculty of Medicine Scientific Competition) persembahan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada 29–30 Agustus 2025.
Kompetisi ilmiah bergengsi a ini mempertemukan mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia untuk mempresentasikan ide inovatif di bidang kedokteran. Tahun ini, INTERMEDISCO mengangkat tema besar kardiologi, dengan fokus pada berbagai pendekatan medis dalam menangani penyakit jantung.
Inovasi Pencegahan Penyakit Jantung Genetik
Dalam kompetisi tersebut, tim FK UNAIR mengangkat tema penelitian berfokus pada hipertrofi kardiomiopati (HCM), yaitu penyakit genetik pada otot jantung yang dapat diwariskan dari orang tua kepada anak.
“Kami ingin mengusulkan solusi agar penyakit ini tidak diturunkan ke generasi berikutnya,” ujar Nayla. “Kami memadukan teknologi In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung dengan Preimplantation Genetic Testing for Monogenic Disorders (PGT-M). Sebelum embrio ditanamkan ke rahim ibu, dilakukan analisis genetik untuk memastikan gen penyebab HCM tidak terbawa.”
Inspirasi dari Kasus Nyata
Ide riset ini lahir dari kombinasi antara ketertarikan ilmiah dan observasi kasus nyata. “Kami sempat mempertimbangkan banyak topik lain, tetapi akhirnya kembali ke tema genetik karena merasa sudah memahami dasarnya,” jelas Ilma. “Selain itu, kami menemukan beberapa case report dan jurnal yang relevan, terutama terkait HCM yang bersifat genetik.”
Inspirasi mereka juga datang dari kisah nyata di Amerika Serikat tentang seorang ibu yang berusaha mencegah anaknya mewarisi penyakit genetik langka yang ia derita. “Dari situ kami sadar bahwa pendekatan genetik tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga dapat sebagai langkah pencegahan,” tambah Nawal.
Untuk memperdalam pemahaman, mereka bahkan mengikuti bincang ilmiah tentang penulisan sistematis dan berkonsultasi langsung dengan narasumber acara tersebut. “Diskusi itu membuka wawasan kami dan membuat kami lebih yakin dengan arah penelitian yang kami ambil,” kata Ilma.
Di balik pencapaian tersebut, perjuangan panjang turut mewarnai proses mereka. Tim ini harus membagi waktu antara penyusunan naskah ilmiah, revisi proposal, ujian, hingga tugas akhir. Namun berkat kerja keras, kolaborasi, dan inovasi yang mereka bawa dalam lomba, tim FK UNAIR akhirnya berhasil menempati posisi Juara 3 kategori Oral Presentation di ajang bergengsi tersebut.
Ketiganya berharap capaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berani berkompetisi di bidang ilmiah.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





