Universitas Airlangga Official Website

UKM SR Sukses Gelar Gebyar Seni Religi Airlangga, Padukan Dakwah dan Ekspresi Seni

Peserta finalis dan juri GSRA di Masjid Nuruzzaman berfoto bersama
Peserta finalis dan juri GSRA di Masjid Nuruzzaman berfoto bersama (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Seni Religi Universitas Airlangga (UNAIR) sukses selenggarakan acara puncak Gebyar Seni Religi Airlangga (GSRA). Kegiatan tersebut mengusung tema Weaving the Essence of Islam into a Symphony of Artistic Expression and Cultural Harmony. Acara puncak itu berlangsung meriah pada Minggu (2/11/2025) di Masjid Nuruzzaman Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Wakil Ketua GSRA, Qheisya Luna Alifa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kompetisi  dalam lingkup nasional yang menjadi wadah bagi masyarakat umum untuk menyalurkan bakat seni sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman. “Karena kami anak seni religi, berarti organisasi keislaman yang membuahi bidang-bidang seni keagamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa dakwah itu bisa dilakukan lewat banyak cara, salah satunya lewat seni,” ujar Qheisya.

GSRA tahun ini menghadirkan dua cabang lomba utama, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan Dakwah. Masing-masing terbagi menjadi kategori putra dan putri. Sebelum tampil di babak final, peserta telah melewati tahap penyisihan secara online. Mereka mengirimkan karya dan mengunggahnya melalui media sosial masing-masing. Dari sekitar 200 peserta setiap cabang lomba, panitia menyeleksi enam finalis terbaik dari masing-masing cabang untuk tampil secara hybrid di babak final.

“Awalnya kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi, tapi karena keterbatasan kuota, kami batasi sekitar 200–300 peserta. Dengan sistem online dan final hybrid, semuanya jadi lebih teratur. Peserta yang datang dari jauh pun tidak sia-sia karena mereka sudah terpilih sebagai finalis terbaik,” tambah Qheisya.

Lebih lanjut, salah satu finalis, Wilda Saadatul Zain yang berasal dari instansi Universitas Islam KH Ahmad Siddiq Jember, menceritakan pengalamannya mengikuti cabang lomba MTQ di GSRA. “Saya tahu info lombanya dari Instagram. Setelah melewati beberapa tahap seleksi, alhamdulillah bisa masuk final dan tampil langsung di UNAIR. Panitianya sangat ramah dan sigap dari awal sampai akhir. Acaranya juga meriah, dan saya bisa bertemu dengan banyak orang hebat,” tuturnya.

Ia juga berharap agar kegiatan GSRA dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang. “Semoga GSRA ke depan bisa lebih meriah lagi, bahkan sampai tingkat internasional. Cabang lombanya juga semoga semakin banyak agar semangat syiar Islam semakin luas,” harapnya

Menutup kegiatan tersebut, Qheisya menyampaikan harapannya agar GSRA terus menjadi ruang kreatif bagi mahasiswa untuk berdakwah lewat seni. “Kami ingin ke depan menghadirkan cabang lomba yang lebih beragam. Kalau bisa, tahun berikutnya menambah lomba-lomba seni lain seperti festival al-banjari. Harapannya, GSRA bisa terus menjadi wadah dakwah kreatif yang menyatukan seni dan nilai-nilai Islam,” pungkasnya

Penulis: Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati