UNAIR NEWS – Anggota UKM WANALA UNAIR kembali menorehkan penghargaan gemilang di tingkat nasional. Marselia Crenata, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menempatkan dirinya sebagai juara 3 kompetisi Forest Orienteering Race kategori W19 yang diselenggarakan oleh Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) pada tanggal (8-9/11/2025) di Kabupaten Jombang.
Persiapan dan Tantangan saat Kompetisi
Kompetisi ini adalah ajang untuk menguji kemampuan peserta dalam navigasi darat, yakni untuk menentukan titik-titik tertentu menggunakan kompas dan peta dengan waktu seefisien mungkin. Marselia menambahkan bahwa UKM WANALA juga mengirimkan delegasi lain, yaitu Muhammad Nur Khamim (M19) yang menempati posisi 5.
Selama proses persiapan, Marselia menjalani latihan fisik rutin dan latihan bersama Airlangga Orienteering Training yang diadakan oleh WANALA di area kampus C UNAIR. “Keterampilan yang paling penting dalam kompetisi ini adalah kemampuan membaca peta, membaca kontur, dan berlari ke arah yang benar dan efisien menuju checkpoint,” jelasnya.
Saat kompetisi berlangsung, Marselia mengalami kesulitan dalam menentukan checkpoint di tengah hutan. Sehingga, ia memutuskan kembali ke wilayah pemukiman untuk menentukan rute. “Menurut saya, di salah satu checkpoint medannya cukup rumit karena banyak jalur yang mirip dan bercabang yang mana itu sangat menguji ketelitian peserta,” ungkap Marselia.

Perjuangan Menghadapi Keraguan
Marselia sempat ragu untuk bisa menempati podium. Pasalnya, banyak peserta lain merupakan pelari yang sudah berpengalaman di bawah binaan FONI maupun KORMI. “Apalagi ketika saya merasa terlalu lama mengitari hutan, tujuan saya hanya satu, bisa mencapai garis finis di bawah batas waktu dan tidak menyandang predikat Did Not Finish (DNF),” ungkapnya.
Meskipun sempat tersesat di hutan, Marselia merasa puas karena sudah berjuang sebaik mungkin dan tidak menyerah hingga garis finish. “Kemenangan ini bukan hanya soal peringkat, tetapi tentang bagaimana saya berhasil melawan rasa ragu dan bertahan sampai akhir,” tuturnya.
Sebagai penutup, ia juga mengungkapkan keinginannya untuk men challenge diri sendiri dan keluar dari zona nyaman. Tidak hanya itu, ia juga ingin mengenalkan UKM WALANA UNAIR di tingkat nasional. Marselia juga mengajak mahasiswa untuk eksplor apapun yang bernilai positif.
Marselia juga menekankan pentingnya memilih lingkungan yang dapat mendukung potensi diri sendiri. Seperti yang dipilihnya untuk aktif di UKM WANALA dalam membantu menemukan dan meningkatkan potensi di bidangnya. “Selama kita mau berproses, kita selalu bisa menjadi versi terbaik dari diri sendiri,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





