Universitas Airlangga Official Website

BEM FEB UNAIR Tanamkan Literasi Keuangan pada Siswa SD

Suasana interaktif saat panitia 'Kawal APBD' BEM FEB UNAIR menyampaikan materi literasi keuangan kepada siswa-siswi SDN 1 Kertajaya di dalam kelas. (Foto: BEM FEB UNAIR).
Suasana interaktif saat panitia 'Kawal APBD' BEM FEB UNAIR menyampaikan materi literasi keuangan kepada siswa-siswi SDN 1 Kertajaya di dalam kelas. (Foto: BEM FEB UNAIR).

UNAIR NEWS – Departemen Kajian dan Aksi Strategis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga menggelar Sosialisasi Mengatur Keuangan di SDN 1 Kertajaya, Surabaya, pada Kamis (13/11/2025). Kegiatan yang menyasar siswa sekolah dasar ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja Kawal APBD Surabaya 2025.

Ketua Pelaksana Kawal APBD 2025, Aurellia Calya Kamilah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini adalah bentuk tindak lanjut dan pengabdian ke masyarakat. Kegiatan ini digelar setelah BEM FEB merampungkan rangkaian utama Kawal APBD, yang meliputi pengumpulan data dari berbagai jenjang, menyelenggarakan webinar yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, dan audiensi policy brief dengan Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Sasaran sosialisasi adalah siswa kelas 3 hingga kelas 6 SD. Materi yang dibawakan panitia berfokus pada literasi keuangan dasar, seperti pengenalan fungsi uang, serta pentingnya menabung dan berbagi.

Calya menyebut acara berlangsung sangat seru. Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat sesi games dan tanya jawab. Keberhasilan materi dipastikan melalui sesi review interaktif.

“Kami melakukan sesi tanya jawab yang mana isinya adalah mereview materi. Saat satu anak menjawab, kami lempar lagi ke audiens di kelas, dan semuanya kompak menjawab benar. Jadi ilmunya tersampaikan,” jelas Calya.

Panitia Kawal APBD Surabaya 2025 berfoto bersama jajaran guru SDN 1 Kertajaya usai pelaksanaan program “Sosialisasi Mengatur Keuangan”. (Foto: BEM FEB UNAIR).

Calya berharap kegiatan ini bukan sekadar program kerja simbolis, melainkan dapat memberi dampak berkelanjutan. Harapan utamanya adalah menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap tata kelola keuangan.

“Kami juga ingin menumbuhkan generasi muda yang kritis, paham nilai uang, dan peduli terhadap tata kelola keuangan publik,” tegasnya. Dengan pemahaman sejak dini, diharapkan para siswa ini kelak akan paham pentingnya anggaran publik, seperti pajak dan dampaknya bagi masyarakat.

Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin

Editor: Khefti Al Mawalia