Universitas Airlangga Official Website

Tim Mahasiswa Kebidanan Universitas Airlangga Raih Juara 3 di NCMSC 2025

Nur Arini Al Fisyah, Qonita Rizka Assavina Putri Ardiansyah, dan Salwa Fatharani Azhima berfoto bersama setelah meraih Juara 3 di NCMSC 2025 (foto : Narasumber)
Nur Arini Al Fisyah, Qonita Rizka Assavina Putri Ardiansyah, dan Salwa Fatharani Azhima berfoto bersama setelah meraih Juara 3 di NCMSC 2025 (foto : Narasumber)

UNAIR NEWS – Mahasiswa dari Program Studi Kebidanan Universitas Airlangga Tim yang terdiri dari Nur Arini Al Fisyah, Qonita Rizka Assavina Putri Ardiansyah dan Salwa Fatharani Azhima berhasil meraih Juara 3 dalam ajang bergengsi National Camp Midwifery Student Competition (NCMSC) 2025 yang berlangsung pada (31/10/2025) hingga (2/11/ 2025) di Universitas Brawijaya, Malang.

NCMSC (National Camp Midwifery Student Competition) merupakan salah satu kompetisi terbesar bagi mahasiswa kebidanan di Indonesia. Mengusung tema “Empowering Midwife in Digital Era”, kompetisi ini menjadi salah satu ajang bagi mahasiswa kebidanan di Indonesia untuk mengasah kemampuan debat dan pemahaman mereka mengenai isu-isu terkini dalam bidang kebidanan. 

Perjuangan dan Persiapan yang Intens

Tim mahasiswa kebidanan ini mempersiapkan diri dengan sangat matang selama sebulan sebelum lomba. Dalam persiapan tersebut, mereka belajar tentang berbagai kemungkinan mosi yang akan menjadi perlombaan, baik sebagai tim oposisi maupun tim pemerintah. “kita banyak belajar terkait dengan mosi yang sekiranya muncul yang akan dilombakan pada saat debat gitu karena temanya empowering midwife in digital era ya. Jadi kami belajar nih sebagai tim oposisi kira-kira gimana sebagai tim pemerintah atau yang setuju itu seperti apa gitu. ” ungkap Salwa Fatharani Azhima.

Selain itu, mereka juga meminta bantuan dari tim dosen untuk memastikan kesiapan mereka. “Kami juga meminta bantuan dari tim dosen, seminggu terakhir sebelum keberangkatan itu kira-kira adakah mosi impromtu atau mosi yang sekiranya muncul nih gitu. Jadi kamu meminta bantuan beliau, bu Agnes karena sepertinya beliau juga berpengalaman di bidang lomba debat ,“ kata Salwa.

Tantangan dan Pencapaian yang Membanggakan

Selama lomba, tim Universitas Airlangga ini menghadapi tantangan yang tidak mudah, terutama di babak semifinal dan final. Mereka berhadapan dengan mosi impromptu yang tidak panitia umumkan sebelumnya. “Di babak penyisihan, mosi sudah kami persiapkan berdasarkan garis besar yang panitia sampaikan, tetapi untuk semifinal dan final, kami harus kita belum tahu mosinya apa latihannya juga melibatkan mosi tambahan impromptu yang sekiranya juga bisa keluar.” ujar Salwa selaku perwakilan tim.

Meskipun ada beberapa kendala, seperti kurangnya pemahaman mengenai aturan debat dan kondisi fisik tim yang sempat menurun karena sakit seminggu sebelum lomba, mereka tetap berhasil berkoordinasi dengan baik dan menunjukkan kerja sama yang solid.

Salwa Fatharani menyampaikan, “Melalui lomba ini, saya belajar bahwa kita harus menilai setiap kebijakan dengan banyak perspektif, baik dari sisi tim oposisi maupun tim pemerintah. Tidak ada yang benar atau salah, yang penting adalah bagaimana kita bisa menimbang apakah kebijakan tersebut layak diterapkan di Indonesia.”

Sebagai pesan untuk mahasiswa lainnya, Salwa mengajak semua untuk tidak takut mencoba hal-hal baru. “Coba dulu setiap lomba yang baru karena siapa tahu kita bisa menemukan opportunity atau misi baru dalam hidup kita. Masalah menang itu urusan Allah yang di atas gitu selama sudah all out apa yang kita mau capai,” tuturnya.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto