UNAIR NEWS – Seminar Passcode 6.0 oleh HIMA Administrasi Publik FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan suasana diskusi yang hangat, kritis, dan penuh refleksi. Bertempat di Maleo Hall, Gedung Medang Eks Farmasi pada (16/11/2025) acara ini mendatangkan Cania Citta, founder Malaka Project. Di depan puluhan audiens, Cania mengulik satu gagasan menarik yakni “Not Talk Action Only, Apakah banyak berbuat selalu lebih baik?”
Fenomena Bias Aksi Nyata
Cania menyoroti fenomena bias aksi nyata yakni keyakinan bahwa tindakan kasat mata selalu lebih bernilai daripada kritik atau ide. Padahal, tidak semua tindakan langsung memberikan dampak positif. Ia mencontohkan problem mahalnya biaya pendidikan tinggi. Solusi instan berupa pemberian beasiswa sebanyak-banyaknya justru meningkatkan demand tanpa menambah kapasitas universitas, sehingga harga semakin meningkat.
Begitu pula ketika respons terhadap masalah tenaga pengajar dan kurikulum yang bermasalah justru berupa pembangunan ribuan sekolah baru. Alih-alih menyelesaikan persoalan, langkah ini hanya menyebarkan kualitas pengajaran yang keliru ke ribuan lokasi baru dan pada akhirnya memperluas masalah, bukan mengatasinya.
Ajakan Menerapkan Effective Altruism
Lebih lanjut, Cania menekankan pentingnya effective altruism. Niat baik harus diterjemahkan ke dalam tindakan yang benar-benar berdampak. “Perasaan bahagia dan puas ketika sudah melakukan perbuatan baik saja tidak cukup. Setiap aksi nyata harus melalui tahapan berpikir, berdiskusi dengan ahli, uji coba, dan evaluasi berkala. Jika hasil aksi tidak sesuai harapan maka strategi wajib diubah,” terangnya.
Ia juga mengingatkan bahwa selama masyarakat masih terjebak dalam bias aksi nyata, pola pikir tersebut akan terus terinternalisasi dalam berbagai lapisan. Termasuk pemangku kebijakan pun akan ikut terjebak dalam pola serupa. “Selalu berkutat pada perwujudan aksi tanpa adanya kajian mendalam sebelumnya. Karena itu, publik harus aktif mengawal dan menguji setiap kebijakan pemerintah,” imbuhnya.
Dorong Aksi Konstruktif
Dalam wawancara terpisah, Mada, ketua pelaksana Passcode 6.0, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya peran aktif dalam isu publik. Selain mendorong peserta mengubah keterlibatan pasif menjadi aksi konstruktif, Passcode 6.0 ingin menumbuhkan kemampuan merancang ide berbasis evidensi agar aspirasi dapat diwujudkan dalam tindakan yang bermakna.
“Saya berharap peserta Passcode 6.0 tidak pulang dengan tangan kosong. Teman-teman yang sebelumnya masih ragu kini menjadi yakin menyuarakan aspirasi, baik soal isu sosial maupun politik. Semoga materi dari Cania Citta bisa membantu menemukan kepercayaan diri, dan menjadikan individu yang lebih kritis serta berani menyuarakan isu-isu publik di Indonesia,” tutup Mada.
Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra
Editor: Yulian Rohmawati





