Universitas Airlangga Official Website

Inovasi ZDX Antar Mahasiswa FEB Unair Raih Gelar Juara 1 International Paper Competition

Cynthia Saphira Puteri, Muhammad Naufal Fauza, dan Noka Al Jazera menerima penghargaan Juara 1 International Paper Competition 2025. (Foto: Istimewa)
Cynthia Saphira Puteri, Muhammad Naufal Fauza, dan Noka Al Jazera menerima penghargaan Juara 1 International Paper Competition 2025. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga meraih Juara 1 dalam International Paper Competition 2025 di Universitas Islam Negeri Salatiga. Tim terdiri dari Cynthia Saphira Puteri dari Ekonomi Islam angkatan 2024, Muhammad Naufal Fauza dari Akuntansi angkatan 2024, dan Noka Al Jazera dari Ekonomi Islam angkatan 2022.

Gagasan mereka lahir dari pengalaman mengikuti seminar, materi kuliah, dan diskusi intens selama persiapan lomba. Cynthia menuturkan, “Awalnya kami diajak teman ikut lomba ini. Setelah tahu skalanya internasional dan diadakan di Salatiga, kami langsung tertarik mencoba.” Ia menambahkan bahwa kesempatan bertemu peserta dari berbagai kampus juga menjadi dorongan bagi tim untuk berusaha lebih maksimal.

Inovasi ZISWAF Data Exchange Berbasis Open API

Tim mengusung paper berjudul Design of ZISWAF Data Exchange atau ZDX Berbasis Open API Menuju Sumber Data Tunggal dalam Tata Kelola Zakat dan Wakaf Nasional. Ide tersebut berangkat dari terputusnya data antar lembaga zakat, yang selama ini menghambat optimalisasi potensi ZISWAF nasional dan sering menimbulkan ketidaktepatan sasaran penyaluran bantuan.

Cynthia menjelaskan, “Potensi ZISWAF besar, tapi datanya masih berjalan sendiri-sendiri. Kami ingin menawarkan solusi yang membuat lembaga zakat lebih terhubung dan transparan.”

ZDX dirancang sebagai sistem pertukaran data berbasis open API yang memungkinkan standardisasi data, verifikasi penerima bantuan secara akurat, dan transparansi penyaluran secara real-time sehingga pengelolaan ZISWAF menjadi lebih efisien.

Pengalaman Kompetisi dan Kunci Kemenangan

Tahapan lomba berlangsung dalam bahasa Inggris, dari seleksi abstrak hingga pitching di hadapan juri dari dalam dan luar negeri. Cynthia mengungkapkan, “Presentasinya tujuh menit, tapi tanya jawabnya dua puluh menit. Banyak pertanyaan mendalam karena ide kami termasuk baru.”

Suasana penjurian yang intens membuat tim harus menjawab secara cepat, tepat, dan terstruktur. Juri memberikan apresiasi atas relevansi ide dan kedalaman analisis. Tim menilai kemenangan ini mereka raih karena kebaruan gagasan, naskah yang tersusun rapi, serta penyampaian pitching yang profesional dan meyakinkan.

Pelajaran dan Arah Pengembangan

Tim tidak menyangka dapat naik dari peringkat empat menjadi Juara 1. “Ini mengingatkan kami bahwa proses itu penting dan hasil sering membawa kejutan baik,” ujar Cynthia. Mereka berkomitmen mengembangkan konsep ZDX secara lebih matang dan berencana mengeksplorasi potensi kerja sama dengan lembaga terkait. Ucapan terima kasih mereka sampaikan kepada orang tua, para dosen, civitas FEB Unair, teman-teman, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan mereka.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto