Universitas Airlangga Official Website

Menemukan Makna ‘Rumah’ dalam Proses Adaptasi

Vania Susanto SPsi MPsi Psikolog menyampaikan materi pada webinar EUNOIA: From Homesick to Home-Found: Creating Home Wherever You Are (23/11/2025) (Foto: Tangkapan layar Zoom Meeting)

UNAIR NEWS – Vania Susanto SPsi MPsi Psikolog bagikan cara untuk mengatasi homesick dengan menjadikan setiap tempat yang ditinggali sebagai rumah. Ia mendefinisikan homesick sebagai reaksi emosional negatif yang dapat disebabkan karena berpisah dari rumah dan figur-figur yang signifikan. Hal tersebut menyebabkan kerinduan mendalam, merasa tidak nyaman dengan lingkungan baru, hingga perubahan suasana hati.

“Rumah itu maknanya bukan cuma gedung atau rumah tempat tinggal teman-teman. Tapi yang mengasosiasikan rumah, tempat yang aman, tempat yang nyaman dari sebelumnya,” ujarnya.

Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) tersebut menjelaskan bentuk-bentuk homesick yang terdiri dari beberapa aspek, yakni kognitif, emosi sosial, ataupun fisiologis. “Itulah yang akhirnya menyebabkan permasalahan psikologis yang lebih berat ketika tidak ditangani dengan tepat,” jelasnya dalam webinar bertajuk From Homesick to Home-Found: Creating Home Wherever You Are pada Minggu (23/11/2025).

Homesick dapat terjadi sebagai reaksi wajar dari tiga proses adaptasi. Pertama, loss of familiarity, yang ditandai dengan hilang atau berkurangnya hal-hal yang dianggap familiar di tempat baru. Kedua, loss of predictability, akibat ketidaktahuan dalam membedakan hal-hal yang dapat membuat nyaman atau tidak. Ketiga, loss of support system, akibat belum terjadi koneksi dengan orang-orang yang berpotensi menjadi support system.

“Artinya, ketika adaptasinya baik, maka homesickness-nya akan cenderung rendah. Atau mungkin kita tidak merasa kalau homesick, karena mungkin teman-teman sudah punya keterampilan adaptasi yang baik. Ketika tidak didampingi dengan strategi coping yang tepat, hal tersebut akan memberikan dampak-dampak yang negatif. Baik ke diri kita, ataupun mungkin di orang-orang sekitar kita,” tuturnya.

Cara Atasi Homesick 

Lebih lanjut, Vania memberikan tips dalam mengatasi homesick, yakni dengan cara mengubahnya menjadi home-found. Pertama, coping strategy, keterampilan seseorang dalam menghadapi, mengelola atau menyesuaikan diri dengan situasi yang membuatnya tertekan atau menantang. Kedua, pilar home-found, merupakan pilar-pilar yang diibaratkan dalam membangun suasana rumah yang terdiri dari kenyamanan, keterhubungan, dan makna. Ketiga, keterampilan adaptasi.

“Kalau rumah tidak bisa ditemukan, maka bukan kita menunggu rumahnya ditemukan di tempat yang baru, tapi kata khususnya menciptakan. Kalian yang bangun rumah itu, yang menghadirkan dalam prosesnya,” pungkasnya.

Penulis: Uswatun Khasanah 

Editor: Yulia Rohmawati