Universitas Airlangga Official Website

SCOLAH-UNAIR Mengajar Teguhkan Mimpi Anak Lewat Forum Kakak Asuh

Kakak Pengajar sedang mendampingi proses belajar peserta dalam Forum Kakak Asuh (FOKAS) SCOLAH-UNAIR Mengajar pada Minggu (23/11/2025) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Forum Kakak Asuh (FOKAS) SCOLAHUNAIR Mengajar kembali hadir. Bertempat di Rumah Belajar Insani Panjang Jiwo dan Rumah Belajar Sukomanunggal pada Sabtu–Minggu (22-23/11/2025), kegiatan tersebut terselenggara sebagai ruang tumbuh sekaligus membantu menyalakan optimisme anak-anak. 

Ketua SCOLAH-UNAIR Mengajar Periode 2025/2026, Shafrina menceritakan besarnya komitmen para anggotanya dalam menjalankan program ini. “Kami punya tujuh departemen dan Forum Kakak Asuh adalah salah satu program unggulan. Sudah lebih dari satu dekade kami konsisten mengajar di dua rumah belajar ini. Pada hari Sabtu, kami mengajar di Panjang Jiwo sedangkan hari Minggu di Sukomanunggal,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Departemen Pengajar, Dhika, menjelaskan bahwa kurikulum Pengayaan Akademik Sekolah disusun oleh Departemen Research and Development dan kemudian Departemen Pengajar bertindak sebagai eksekutornya. “Tahun ini kami fokus pada MIPAS (Matematika, IPA, IPS), ahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Semua materi kami turunkan dalam pembelajaran mingguan,” paparnya. 

Panitia SCOLAH-UNAIR berfoto bersama dengan adik-adik asuh
Panitia SCOLAH-UNAIR berfoto bersama dengan adik-adik asuh (Foto: Istimewa)

Proses belajar juga lengkap dengan evaluasi komprehensif. Pada awal periode, para peserta mengikuti pre test dan pada minggu terakhir mereka mendapatkan post test untuk mengukur perkembangan. “Kami juga menyiapkan rapor yang nantinya diserahkan kepada orang tua untuk melihat capaian belajar anak-anak,” tambah Dhika.

Namun perjalanan mengajar tidak selalu berjalan mulus. Dhika menuturkan bahwa hujan deras kerap membuat area semi-terbuka di Rumah Belajar Insani tidak dapat digunakan, sehingga kegiatan terpaksa libur. Rumah Belajar Surga juga pernah terdampak sedimen banjir karena lokasinya yang berada di tepi sungai. Meski begitu, tantangan tersebut tak pernah menyurutkan semangat para pengajar. “Kami selalu tersentuh ketika anak-anak berlarian dan memanggil, ‘eh kakak-kakak les-les!’ dengan antusias luar biasa,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ellen Griselda Azzahra, siswa kelas 6 SD, membuktikan bagaimana program ini memberi perubahan nyata. “Saya ikut sejak kelas 3 SD. Senang sekali, soalnya bisa bantu PR, tugas sekolah, bahkan persiapan ujian,” ujarnya. Elen juga bermimpi mengikuti jejak para kakak relawan dan suatu hari kuliah di Universitas Airlangga.

Dhika berharap, anak-anak Rumah Belajar Insani Panjang Jiwo dan Rumah Belajar Sukomanunggal semakin semangat belajar dan tidak putus sekolah. “Sehingga kelak menjadi orang yang bermanfaat. Kami juga berharap Universitas Airlangga dapat terus mendukung agar rumah belajar ini semakin berkembang,” pungkasnya.

Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra

Editor: Yulia Rohmawati