Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Sasindo Hidupkan Literasi dan Kreativitas Warga Peneleh Lewat Program ABIPRAYA

Kegiatan edukasi pengolahan limbah minyak jelantah bersama warga
Kegiatan edukasi pengolahan limbah minyak jelantah bersama warga (Foto: Dok. Narasumber)

UNAIR NEWS – Mengemban amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) terus menunjukkan kiprah nyata pengabdian kepada masyarakat. Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Basasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB), melalui program kerja ABIPRAYA turut berkontribusi dengan menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan di Kampung Peneleh. Program bertema SPARK: Sehat, Produktif, Aktif, Ramah Lingkungan, Kreatif, dilaksanakan setiap akhir pekan, Jumat-Minggu sejak Oktober hingga November. 

Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Vera Audicha Putri mengatakan bahwa pemilihan Kampung Peneleh itu berlatar belakang dari potensi budaya yang kuat di kawasan tersebut. “Selain terkenal sebagai kampung bersejarah, Peneleh juga memiliki masyarakat yang aktif dan terbuka terhadap kegiatan edukatif. Sehingga dinilai cocok sebagai lokasi penguatan literasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya. 

Kegiatan tersebut terbagi menjadi empat fokus yang di antaranya pendidikan, ekonomi kreatif, lingkungan dan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pengajaran literasi dan kreativitas kepada anak-anak, menggelar kerja bakti, menanam tanaman obat keluarga, melakukan senam bersama, hingga memberikan edukasi pengolahan limbah minyak jelantah.

Antusiasme anak-anak dalam kegiatan pengajaran literasi dan kreativitas
Antusiasme anak-anak dalam kegiatan pengajaran literasi dan kreativitas (Foto: Dok. Narasumber)

Tak hanya itu, Vera juga mengungkapkan bahwa mahasiswa juga membantu kegiatan warga setempat. “Seperti kemarin ada kunjungan turis kami membantu warga disitu, dan warga menyambut baik kehadiran tim Basasindo. Khususnya para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan edukatif untuk anak-anak mereka,” jelasnya. 

Lebih lanjut, kegiatan yang diberikan itu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat sekitar. Anak-anak mulai menunjukkan kebiasaan baik. Sementara masyarakat mulai terbuka dengan program edukasi dari luar. Aktivitas yang rutin dilakukan juga membuat suasana lingkungan menjadi lebih hidup.

Selama pelaksanaan kegiatan, Vera menceritakan bahwa ada beberapa kendala yang menjadi tantangan mahasiswa. Seperti kesibukan warga yang beragam, penyesuaian karakter anak-anak, serta sebagian warga yang awalnya masih ragu terhadap program. Selain itu, kegiatan juga harus menyesuaikan agenda kampung seperti tadarusan dan kondisi kepedulian pendidikan anak yang belum merata. 

Meski demikian, Vera berharap kegiatan ABIPRAYA dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. “Harapannya, masyarakat khususnya anak-anak semakin menyadari pentingnya literasi dan pendidikan untuk masa depan. Bagi UNAIR, semoga program pengabdian ini semakin memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan mempererat hubungan baik antara kampus dan masyarakat. lalu semoga abipraya ini bisa lanjut kedepannya dan selalu memberikan manfaat,” pungkasnya.

Penulis : Adinda Octavia Setiowati

Editor: Yulia Rohmawati