Universitas Airlangga Official Website

Rektor UNAIR Sambut Delegasi OIC COMSTECH, Pererat Kemitraan untuk Pendidikan, Riset, dan Pembangunan Berkelanjutan

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin berdiskusi dengan HE Prof Dr M Iqbal Choudhary Mustafa, Coordinator General of OIC – COMSTECH. (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menerima langsung delegasi dari OIC COMSTECH pada Selasa (16/12/2025). Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan dari Rapat Strategis World University Association for Community Development (WUACD) dengan COMSTECH yang dilangsungkan pada hari Senin. Prof. Madyan yang juga Presiden dari WUACD menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada HE Prof Dr M Iqbal Choudhary Mustafa, Koordinator Jenderal OIC – COMSTECH.

“Izinkan saya menyampaikan sambutan hangat kepada His Excellency Profesor Iqbal, Koordinator Jenderal OIC COMSTECH, di Universitas Airlangga. Kehadiran Anda hari ini merupakan suatu kehormatan besar bagi kami, sekaligus cerminan kuat dari kemitraan yang erat dan terus berkembang antara OIC COMSTECH, WUACD, dan Universitas Airlangga,“ ucap rektor.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Associate Professor Dr. Humeraa Jahan, Secretary of OIC – COMSTECH, Wakil Rektor Bidang Research, Innovation and Community Development sekaligus WUACD Chairperson, Prof dr Muhammad Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD, Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis, Prof Dr Koko Srimulyo, Drs MSi, WUACD Executive Secretary, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi, Direktur Airlangga Global Engagement (AGE), Irfan Wahyudi, SSos MComm PhD, Sekretaris Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB), Dr Nurina Fitriani ST dan beberapa dosen dari fakultas.

Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama antara COMSTECH, WUACD, dan Universitas Airlangga dalam pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, capacity building, pengabdian kepada masyarakat, serta program-program yang berorientasi pada keberlanjutan. Pada kesempatan yang sama, HE Prof. Dr. M. Iqbal Choudhary Mustafa, Prof Miftah dan Prof Ni Nyoman menyampaikan summary dari rapat strategis yang terlaksana sehari sebelumnya kepada rektor. Salah satu dari usulan Prof. Iqbal adalah tentang pertukaran mahasiswa.

“Saya juga mengusulkan 10 mahasiswa dari sini untuk mengunjungi Pakistan dan lima diantaranya merupakan bloggers. Kami akan menanggung semua pengeluaran. Mereka akan menulis tentang universitas-universitas di Pakistan dan ikut kegiatan workshops di sana. Mereka akan mewakili Universitas Airlangga dan memperkenalkan UNAIR lewat video dan presentasi kepada mahasiswa Pakistan. Ini akan menjadi kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” usul Prof. Iqbal.

Fokus pada Sustainable Development Goal 6 dan 7

Pada sesi wawancara dengan Sekretaris LPMB UNAIR, Dr Nurina Fitriani ST, HE Prof. Dr. M. Iqbal Choudhary Mustafa menilai SDGs sebagai hal yang sangat penting dan ada kekhawatiran pada 2030  banyak negara-negara di dunia diprediksi belum bisa mencapai tujuan yang dicanangkan. “Ada dua hal penting terkait ini yang ingin saya sampaikan. Pertama, untuk mencapai SDGs, peran dari sains dan teknologi sangat penting, baik itu lewat clean energy, kesehatan dan pendidikan untuk semua, ataupun ketahanan pangan. Setiap negara harus memahami, bahawa untuk mencapai SDGs, mereka harus mengembangkan sains dan teknologi,” ulas Prof. Iqbal.

“Kedua, masih banyak bidang kerja sama yang bisa dilakukan semua negara. Jadi kolaborasi internasional juga sangat penting. Ada negara-negara yang berhasil (mencapai target SDGsnya, red) dan banyak juga yang belum berhasil. Sebagai sesama penghuni planet Bumi, kita harus maju bersama, karena jika tidak, kita tidak akan bisa mencapai apapun. Jadi kolaborasi internasional sangat penting untuk kedamaian dunia, Keamanan dan untuk mencapai SDGs,” tambahnya.

Lebih lanjut Prof. Iqbal menyoroti apa yang coba dilakukan IOC COMSTECH dengan WUACD dan Universitas Airlangga. Kerja sama ini akan menghasilkan program-program yang berhubungan dengan pencapaian SDGs. Beberapa diantaranya di bidang penanganan bencana, pendidikan, herbal medicine, termasuk yang fokus pada isu kelangkaan air. “Semuanya bergantung pada air dan air merupakan hal yang sangat lintas disiplin, tidak hanya berhubungan dengan sains, teknik, teknologi, tetapi juga terkait dengan perilaku atau psikologi sosial. Bagaimana masyarakat menyikapi air sebagai sumber daya, dan tidak membuangnya percuma. Bagaimana kita mengonsumsi air secara bertanggung jawab, bagaimana kita mendaur ulang dan mengelola air. Kami telah membahas kemungkinan untuk pembentukan tim berisi pakar dari berbagai bidang untuk membantu pengelolaan sumber daya yang penting ini,” urai pimpinan COMSTECH itu.

Pada akhir wawancara, Prof. Iqbal menyampaikan bagaimana Ia sangat terkesan dengan keterbukaan, kemauan dari pimpinan UNAIR untuk membantu negara-negara anggota dari OKI. “Saya menganggap Universitas Airlangga sebagai pusat pengembangan dari negara-negara OKI. Kami telah membicarakan kemungkinan kerja sama di bidang pertukaran mahasiswa, riset bersama, kolaborasi workshop dan training, joint-projects dan Bapak Rektor sangat menyetujui semua inisiatif itu,” pungkasnya.

OIC–COMSTECH dan WUACD memiliki visi yang sama dalam memajukan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak. Kolaborasi ini secara aktif mencerminkan komitmen kedua institusi terhadap penguatan kapasitas dan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan tinggi. Kerja sama dengan IOC COMSTECH ini juga menunjukkan komitmen yang besar dari UNAIR dan WUACD untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals, terutama SDG 6: Akses Air Bersih dan Sanitasi dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Andi Pramono