UNAIR NEWS – Sebelas Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) mengikuti kegiatan Student Outbound di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Kegiatan berlangsung selama 2 hari pada Kamis-Jumat (25–26/11/2025). Tim delegasi terdiri dari Safira Salsabila Yusyaq, Chelsea Hani Marcelia Sundawa, Alfinanova Dewi Maharani, Rafa Fauzan Pasha, Shakira Desifa Pasha, Ahmad Fauzi Mansur, Intan Aulia, Ardi Hariyanto, Salsabila Lathifah Arini, Firna Nanada Hafita, Salsabilah, serta Zulfa Fatimatuz Zahro.
Materi Guest Lecture Membuka Peluang Bioteknologi Berkelanjutan
Program itu berfokus pada pengenalan sistem pendidikan dan riset internasional, khususnya bidang mikrobiologi. Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan meeting representative bersama perwakilan Faculty of Science UTM, dilanjutkan dengan sesi academic exchange dan sharing session.
“Delegasi berkesempatan mengunjungi Nanomaterial Lab 2 dan Microbiology Teaching Laboratorium guna mengenal lebih dekat sarana riset serta aktivitas akademik di UTM,” ujar Safira dan Dewi.
Hari kedua berupa sesi guest lecture yang menghadirkan Prof Dr Hirofumi Hara dan Dr Takeaki Tezuka dari Department of Biotechnology, Laboratory of Microbial Ecotechnology, The University of Tokyo, Jepang. “Materi yang disampaikan menyoroti strategi bioremediasi mikroba untuk mengatasi pencemaran lingkungan serta mekanisme molekuler perkembangan mikroorganisme langka. Sesi ini memberikan wawasan baru terkait peran mikroorganisme dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan sumber daya hayati,” jelas Chelsea.
Menurut Shakira, kedua materi tersebut sangat relevan dan memiliki potensi untuk diaplikasikan dalam pengelolaan kualitas perairan, pengurangan pencemaran laut, pengolahan limbah perikanan, hingga rehabilitasi ekosistem pesisir. “Selain itu, pemahaman mengenai mekanisme molekuler mikroorganisme turut membuka peluang pengembangan bioteknologi kelautan dan pengelolaan ekosistem perairan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pengalaman Internasional Perkuat Kompetensi Global
Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga seperti interaksi langsung dengan peneliti internasional University of Tokyo, pemahaman sistem riset dan pengembangan teknologi di UTM. “Hal ini memperluas sudut pandang tentang penerapan riset bioteknologi mikroba dalam menjawab persoalan lingkungan nyata melalui pendekatan lintas budaya akademik,” tutur Fauzi.
Delegasi mengaku semakin termotivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah, serta membangun jejaring akademik internasional. “Saya menjadi lebih percaya diri untuk bersaing dan berkontribusi di tingkat global. Hal ini memperkuat kemampuan komunikasi internasional, pemikiran kritis, pemahaman riset global, serta adaptasi budaya akademik, yang sangat dibutuhkan untuk bersaing secara internasional,” papar Zulfa.
Terakhir, jika kegiatan serupa kembali diadakan, sesi kuliah tamu internasional, kunjungan fasilitas riset, dan diskusi interaktif lintas negara diharapkan tetap dipertahankan. “Karena hal itu memberikan manfaat besar bagi pengembangan akademik mahasiswa sekaligus dalam membangun jejaring akademik,” pungkas Firna dan Salsabilah.
Penulis: Bethari Sri Indrajayanti
Editor: Khefti Al Mawalia





