Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Gelar Pelatihan Bahasa Inggris bagi Warga Desa Gemekan Mojokerto

Pemberian materi pelatihan bahasa Inggris oleh dosen Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR kepada warga Desa Gemekan Mojokerto. (Foto: Istimewa)
Pemberian materi pelatihan bahasa Inggris oleh dosen Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR kepada warga Desa Gemekan Mojokerto. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sebagai upaya pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, Departemen Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kegiatan pelatihan bahasa Inggris bagi masyarakat Desa Gemekan, Mojokerto. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR dengan tajuk Pemberdayaan Literasi Pendidikan, Digital, dan Budaya yang terlaksana selama empat pertemuan setiap hari Minggu, mulai dari Minggu (30/11/2025) hingga Minggu (21/12/2025).

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR, Dr Layli Hamida SS MHum, menyatakan bahwa program pelatihan bahasa Inggris tersebut dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Pendidikan Berkualitas (Goal 4) dan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Goal 8). Tujuan utama pelaksanaan program adalah memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan kemampuan berbahasa Inggris guna mendukung pengembangan potensi wisata lokal.

Sebagaimana diketahui bahwa Desa Gemekan Mojokerto mempunyai Situs Gemekan yang berpotensi besar menjadi destinasi wisata sejarah. Penguasaan bahasa Inggris oleh komunitas lokal, seperti UMKM ataupun warga setempat, akan memudahkan komunikasi dengan wisatawan asing, sehingga aktivitas ekonomi dapat berlangsung tanpa hambatan. 

“Kami berupaya menciptakan agen perubahan di desa yang mampu menjembatani potensi wisata candi dengan pasar global, sehingga dampak program tidak hanya berhenti pada peningkatan literasi bahasa. Melainkan juga berdampak langsung pada penguatan ketahanan ekonomi dan kesiapan ekspor masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Dr Layli.

Sesi dokumentasi bersama dosen serta mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR dan pejabat sekaligus warga Desa Gemekan Mojokerto. (Foto: Istimewa)

Lebih lanjut, Dr Layli menjelaskan teknis pelaksanaan program pelatihan bahasa Inggris tersebut. Selama empat pertemuan, peserta pelatihan mendapat pengajaran materi yang berbeda-beda. Pada tahap awal, warga mendapat materi tentang Greeting and Introduction yang berfokus mempelajari cara menyapa dan memperkenalkan diri dengan sopan kepada wisatawan asing.

Tahap berikutnya memuat Giving Direction and Describing Picture yang berfungsi memperkuat peran warga sebagai pemandu lokal. “Kami membekali warga dengan kemampuan navigasi untuk mengarahkan wisatawan serta keterampilan mendeskripsikan objek wisata candi secara informatif,” tutur Dr Layli.

Ia menambahkan, pelatihan kemudian berlanjut pada materi Number and Price untuk menunjang komunikasi transaksi UMKM dengan wisatawan mancanegara. “Pertemuan terakhir membahas Adjective Order and Product Description, bertujuan memberikan keterampilan pemasaran tingkat lanjut agar pemilik UMKM mampu mendeskripsikan keunggulan produk lokal secara menarik dan sistematis untuk kebutuhan promosi global atau ekspor,” ucap Dr Layli.

Anur Sovia, salah seorang mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR yang ikut serta membantu pelaksanaan kegiatan pelatihan, mengungkap bahwa warga memperlihatkan peningkatan penguasaan bahasa Inggris secara signifikan pada setiap pertemuan. “Pada tahap awal, partisipan telah memahami dasar-dasar bahasa Inggris dengan baik meskipun kemampuan speaking dan writing masih dalam proses pembenahan,” ujarnya. 

Secara bertahap, warga mulai bisa memberikan arahan jalan, mendeskripsikan produk, hingga menjelaskan harga barang. “Pada akhirnya, program ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbahasa Inggris baik dari segi speaking, writing, listening,  dan reading yang memungkinkan warga mendeskripsikan produk lokal secara detail dan jelas sebagai bentuk kesiapan mereka menuju pasar global,” ungkap Anur.

Melalui program ini, Departemen Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR membuktikan komitmen dalam upaya mengambil peran sebagai Kampus Berdampak yang senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. 

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Khefti Al Mawalia