Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Wujudkan Pengabdian Berkelanjutan Lewat Abdi Desa 2026 di Tuban

Demonstrasi pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah dalam kegiatan Abdi Desa 2026. (Foto: Istimewa)
Demonstrasi pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah dalam kegiatan Abdi Desa 2026. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Komitmen Universitas Airlangga (UNAIR) untuk berkontribusi kepada masyarakat dalam cakupan yang lebih luas kembali terwujud. Kali ini, inisiasi tersebut hadir melalui program kerja bertajuk Abdi Desa 2026 oleh Gerakan Mahasiswa Tuban Universitas Airlangga (Rawatungga). Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (2/1/2026) hingga Minggu (4/1/2026).

Rohmatul Annisa selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa Abdi Desa merupakan program unggulan Rawatungga yang secara konsisten dilaksanakan setiap tahun. Sama seperti pelaksanaan pada tahun sebelumnya, Abdi Desa 2026 berlokasi di Desa Ketambul, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

“Kami melihat Desa Ketambul termasuk dalam daerah yang masih memerlukan uluran tangan mahasiswa. Selain itu, kami juga berusaha menjaga keberlanjutan program yang telah terlaksana pada tahun sebelumnya,” ujarnya.

Abdi Desa 2026 berfokus pada beberapa aspek, meliputi peningkatan kesehatan, pemeliharaan lingkungan, penguatan pendidikan, dan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. Pada hari pertama, tim Abdi Desa 2026 mengajak masyarakat untuk mengenal Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan mengikuti demonstrasi pembuatan minuman herbal yang bermanfaat dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

“Kami bekerja sama dengan mahasiswa D4 Pengobat Tradisional UNAIR dalam pelaksanaan demonstrasi pembuatan minuman herbal penurun hipertensi. Minuman tersebut terbuat dari campuran beberapa bahan, seperti bunga rosella kering, jahe merah, seledri, pegagan, dan gula merah,” tutur Annisa.

Setelah pelaksanaan kegiatan di bidang kesehatan pada hari pertama, Abdi Desa 2026 berlanjut ke hari kedua dengan menitikberatkan kegiatan pada penguatan sektor pendidikan. Annisa mengatakan kegiatan pengajaran menyasar siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Ma’arif Nurul Huda Desa Ketambul. Siswa-siswi pada tingkat MI mendapat edukasi interaktif mengenai pengolahan sampah organik dan anorganik, sedangkan tingkat MTs mempelajari tentang bahaya narkoba.

Memasuki hari terakhir pelaksanaan Abdi Desa 2026, panitia melangsungkan rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. “Kami mengajak ibu-ibu PKK mengolah minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi. Beberapa dari mereka juga kami ajak praktik langsung. Selain untuk menjaga lingkungan, kegiatan ini berpotensi sebagai pengembangan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Annisa.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Abdi Desa 2026 sempat menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait partisipasi masyarakat sekitar. Annisa mengaku mengalami kendala dalam mengajak warga untuk mengikuti kegiatan pada hari pertama dan ketiga. Meski demikian, Annisa bersama panitia Abdi Desa 2026 tetap berupaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana, sehingga peserta yang hadir dapat memperoleh manfaat secara optimal.

“Warga yang hadir sangat antusias mengikuti penjelasan dari kami. Terutama saat demonstrasi minuman herbal, mereka aktif bertanya dan bercerita tentang permasalahan kesehatan yang mereka hadapi sehari-hari,” ucapnya. 

Pada akhir, Annisa berharap program Abdi Desa 2026 dapat berperan sebagai solusi nyata atas persoalan-persoalan yang masyarakat Desa Ketambul hadapi. “Kami, tim Abdi Desa 2026, ingin memberikan manfaat kepada masyarakat desa secara merata, baik warga sekitar, ibu PKK, siswa-siswi MI dan MTs Nurul Huda, maupun pemuda desa,” pungkasnya.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Khefti Al Mawalia