Universitas Airlangga Official Website

Eco-Shadaqah, Inovasi Mahasiswa BBK 7 UNAIR Mengelola Sampah Jadi Infaq di Desa Golokan

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga saat pelaksanaan program Eco-Shadaqah di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Minggu (11/1/2026). (Foto: Dok. Tim)
Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga saat pelaksanaan program Eco-Shadaqah di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Minggu (11/1/2026). (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga melaksanakan program kerja unggulan bertajuk Eco-Shadaqah di Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program ini menjadi inovasi pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan nilai sosial dan keagamaan.

Program Eco-Shadaqah berjalan secara kolektif oleh seluruh anggota BBK 7 Golokan tanpa penanggung jawab tunggal. “Seluruh anggota kelompok bertanggung jawab dan berkontribusi dalam setiap tahapan kegiatan program,” ungkap tim BBK 7 Golokan.

Berangkat dari Permasalahan Sampah Desa

Latar belakang pelaksanaan program ini adalah permasalahan pengelolaan sampah di Desa Golokan yang belum optimal, khususnya dalam pemilahan sampah rumah tangga. Sampah yang masih tercampur berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak terkelola dengan baik.

“Kami melihat pemilahan sampah belum berjalan dengan optimal, sehingga perlu program yang bisa menjawab persoalan lingkungan sekaligus memberi manfaat sosial,” jelas tim. Dari kondisi tersebut, mahasiswa menggagas Eco-Shadaqah dengan menyalurkan hasil penjualan sampah terpilah sebagai infaq untuk mendukung pengelolaan masjid.

Konsep Eco-Shadaqah dan Edukasi Berbasis Nilai Keagamaan

Konsep Eco-Shadaqah berawal dengan koordinasi bersama pengurus masjid dan pengepul sampah. Penyampaian edukasi pemilahan sampah kepada jamaah melalui kegiatan pengajian, beserta penyediaan tempat sampah terpilah lengkap dengan panduan penggunaannya.

“Kami mengatur pengambilan sampah oleh pengepul dengan sistem komunikasi dua hari sebelum jadwal, lalu hasil penjualannya langsung disalurkan sebagai infaq ke masjid pada hari pengambilan,” ujar tim. Edukasi berlangsung dengan pendekatan reflektif dan religius melalui penyampaian dalil serta ayat Al-Qur’an tentang kebersihan dan keutamaan sedekah. Tahap edukasi awal ini berlangsung pada (11/1/2026) dengan perangkat desa serta jamaah masjid sebagai peserta.

Dukungan Masyarakat dan Harapan Keberlanjutan

Program Eco-Shadaqah mendapat dukungan positif dari masyarakat dan pengurus setempat. Takmir Masjid Al-Munawwir menyatakan dukungan penuh serta kesiapan membantu pelaksanaan dan keberlanjutan program.

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang. “Kami berharap Eco-Shadaqah tidak berhenti saat KKN selesai, tetapi dapat dilanjutkan oleh kelompok BBK berikutnya agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” tutup tim. Selain itu, program ini mereka harapkan menjadi contoh praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat banyak pihak replikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Program ini mendorong kolaborasi antara mahasiswa warga dan pengurus masjid.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla

Editor: Ragil Kukuh Imanto