UNAIR NEWS – Pada Rabu malam, 7 Januari 2026, pukul 21.30 WIB, mahasiswa KKN BBK 7 Universitas Airlangga Desa Sambirejo melakukan kunjungan ke salah satu kebun buah naga milik warga yang sedang berbunga indah. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengenal inovasi pertanian lokal yang terbukti meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai salah satu sentra budidaya buah naga terbesar di Indonesia. Wilayah penghasil utama buah naga meliputi Kecamatan Purwoharjo, Tegaldlimo, Pesanggaran, Siliragung, Cluring, Srono, Bangorejo, dan Sempu. Komoditas ini menjadi sumber penghidupan penting bagi banyak petani di wilayah tersebut.
Salah satu permasalahan yang kerap dihadapi petani buah naga adalah siklus panen musiman. Umumnya, buah naga hanya berproduksi maksimal pada bulan Oktober hingga April. Di luar periode tersebut, tanaman memasuki masa off-season sehingga produksi menurun dan petani kesulitan memenuhi permintaan pasar. Sebaliknya, saat panen raya, produksi yang melimpah sering kali menyebabkan harga buah naga di tingkat petani menurun drastis.
Menanggapi kondisi tersebut, petani di Banyuwangi mengembangkan inovasi Puting Si Naga, singkatan dari Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga. Inovasi ini dilakukan dengan memberikan cahaya lampu pada tanaman buah naga pada malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 05.00 WIB, guna merangsang pembungaan sehingga tanaman dapat berbuah sepanjang tahun.
Pak Roji, salah satu petani buah naga di Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, menyampaikan bahwa penerapan metode ini memberikan dampak positif bagi keberlanjutan usahanya. Menurutnya, penggunaan lampu mampu menjaga kestabilan produksi sekaligus membantu petani memenuhi permintaan pasar di luar musim panen. “Dengan adanya lampu, tanaman bisa berbunga dan berbuah meski bukan musimnya,” ujarnya.
Inovasi Puting Si Naga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai solusi berkelanjutan dalam mendukung pertanian buah naga di Kabupaten Banyuwangi.
Penulis: Angelika Khusnul Nugraheny Hutomo





