UNAIR NEWS – Kegiatan edukasi anti bullying Care and Respect telah sukses dilaksanakan di SDN Kejawan Putih 1. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Januari 2026. Kegiatan edukasi bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian, empati, dan saling menghormati antar siswa sejak dini guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Sasaran dari kegiatan ini ditujukan untuk siswa kelas 4 karena berdasarkan saran dari Kepala Sekolah SDN Kejawan Putih 1, Emmaniar Syahrita Wardani, anak-anak pada usia yang memasuki kelas 4 sudah mulai mengalami perkembangan sosial dan emosional, sehingga perlu diberikan edukasi mengenai tindakan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan agar dapat membekas menjadi kebiasaan baik untuk jenjang selanjutnya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para siswa.
Anak-anak mengikuti setiap sesi edukasi dengan semangat, terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta mengikuti permainan edukatif yang disiapkan oleh tim BBK 7 Kejawan Putih Tambak 4. Materi yang disampaikan dikemas secara ringan dan mudah dipahami, sehingga anak-anak mampu mengenali bentuk-bentuk bullying serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan, baik secara fisik maupun psikologis.
Selain pemberian edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk mencurahkan isi hati dan pengalaman mereka. Melalui sesi berbagi cerita, beberapa siswa dengan berani menyampaikan perasaan, kekhawatiran, serta pengalaman tidak menyenangkan yang pernah mereka alami atau saksikan di lingkungan sekolah. BBK 7 Kejawan Putih Tambak 4 mendampingi anak-anak dengan pendekatan yang hangat dan empatik, sehingga mereka merasa didengar dan dihargai.
Dari hasil kegiatan tersebut, tim kami yang didampingi oleh DPL dr. Miyayu Soneta Sofyan, drh., M.Vet., menyampaikan hasil dari sesi berbagi cerita kepada pihak sekolah. Penyampaian ini bertujuan agar sekolah dapat memahami kondisi siswa secara lebih mendalam serta menyusun langkah tindak lanjut yang tepat dalam pencegahan bullying. Output dari kegiatan edukasi ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan edukasi semata, tetapi menjadi langkah awal yang bermakna bagi pihak sekolah untuk mulai merealisasikan program anti bullying yang sebelumnya telah direncanakan. Melalui program edukasi anti bullying diharapkan dapat dijalankan secara berkelanjutan, sehingga nilai kepedulian, rasa saling menghormati, dan empati dapat tertanam dalam keseharian.
Penulis: Tim BBK 7





