UNAIR NEWS – Anak usia dini merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pelecehan seksual dan perundungan karena belum sepenuhnya memahami batasan tubuh dan cara melindungi diri dari perlakuan-perlakuan tersebut. Oleh karena itu, tim mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) berinisiatif mengadakan sosialisasi interaktif kepada anak-anak di PAUD Maha Manyar Sabrangan RW 1 Surabaya pada Kamis (22/1/26) sebagai langkah preventif dan upaya menjaga hak anak untuk mendapatkan lingkungan yang aman.
Edukasi Menjaga Area Privasi
Dala kesempatan ini, Chesica Styo Helena sebagai ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa programnya dirancang untuk memberikan penjelasan interaktif mengenai area privasi seperti bibir, dada, kemaluan, dan bokong. Anak-anak diajarkan untuk tidak membiarkan sembarangan orang melihat, memegang, atau pun menyentuhnya dan untuk segera memberitahu orang dewasa yang dipercaya apabila hal itu terjadi.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan mengajak anak untuk menyebut nama-nama anggota tubuhnya sebagai pemanasan dan permainan ringan sebelum masuk ke penjelasan inti. Anak-anak secara bersemangat menunjukkan kepala, tangan, kaki, dan bagian-bagian tubuhnya ketika ditanyakan. Setelah itu, barulah pemateri masuk ke pembahasan inti yakni bagian-bagian tubuh khusus yang bersifat pribadi.
“Kami menyampaikan materinya kepada anak-anak menggunakan lagu dan gerakan yang mudah dan seru untuk mereka ikuti. Kami juga memberikan hadiah apresiasi kepada anak-anak yang secara antusias mempraktikkan gerakannya untuk menunjukkan bahwa mereka sudah paham dan ingat bagian-bagian tubuh yang tidak boleh sembarangan dilihat atau disentuh orang lain,” ujar Chesica.
Biasakan Saling Menghargai dalam Berteman, Bukan Merundung
Selain pelecehan seksual, anak usia dini juga rentan menjadi korban atau justru melakukan perundungan karena belum sepenuhnya mengerti batasan wajar dalam bermain dan bercanda sesamanya. Masyarakat Manyar Sabrangan juga melaporkan bahwa telah terdapat kasus seorang anak putus sekolah akibat mengalami perundungan yang parah.
Pemaparan materi pencegahan perundungan ini dilakukan dengan memutarkan video yang mengilustrasikan contoh tindakan yang sudah termasuk ke dalam perundungan dan tidak patuh dicontoh seperti menjatuhkan teman, mengambil barang teman dengan memaksa, mengejek-ejek, dan lain-lainnya. Pemateri juga mengadakan permainan kecil dimana mereka memperagakan beberapa interaksi dan meminta anak-anak untuk mengatakan apakah tindakan ini termasuk tindakan yang dilakukan “teman baik” atau “teman jahat”. Dari tes kecil-kecilan ini, anak-anak sudah dapat membedakan mana tindakan wajar sesama teman dan mana yang tidak.
Melalui program ini, Tim BBK 7 di Desa Manyar Sabrangan III berupaya mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 4, 10, 16, dan 17 dalam memberikan pendidikan berkualitas pada anak, mengurangi kesenjangan dalam berteman, menegakkan perdamaian dengan memberantas kekerasan, dan menyerukan kebersamaan dalam mencapai tujuan yakni membangun generasi yang lebih baik.
Penulis: Fathia Feriztha Saifuddin





