Universitas Airlangga Official Website

UMKM Desa Kebalandono Menuju Era Digitalisasi Bersama BBK 7 UNAIR

Di era digital, pengembangan usaha tidak hanya dilakukan secara konvensional, melainkan juga memanfaatkan teknologi sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi bagi masyarakat desa. Namun, keterbatasan akses dan pemahaman teknologi sering menjadi kendala yang signifikan. Berangkat dari permasalahan tersebut, BBK 7 Universitas Airlangga yang berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kebalandono menggelar sosialisasi SIMPEL (Sistem Informasi, Marketing, dan Pembayaran Elektronik) UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) pada Selasa (20/01/2026).

Bertempat di Balai Desa Kebalandono, sosialisasi tersebut ditujukan untuk ibu-ibu PKK yang memiliki usaha, tapi belum terdaftar di Google Maps dan Qris sebagai media pembayaran nontunai. Materi sosialisasi disampaikan oleh mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga, meliputi informasi dasar mengenai UMKM, manfaat UMKM bagi masyarakat desa, urgensi pemanfaatan Google Maps dan QRIS sebagai media promosi dan pembayaran digital, hingga tutorial pendaftaran usaha di Google Maps dan pembuatan QRIS. Sosialisasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengenalkan digitalisasi kepada pelaku usaha kecil di tingkat desa.

Ibu-ibu PKK yang berpartisipasi menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai dapat membantu mereka dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan eksposur usaha mereka. Salah satu Pengurus PKK, Ibu Tiwik, mengungkapkan harapannya agar materi yang disampaikan dapat diaplikasikan secara berkelanjutan, khususnya bagi ibu-ibu yang memiliki usaha, agar usaha tersebut dapat menjangkau lebih banyak orang.

“Ibu-ibu PKK ada yang memiliki usaha seperti menjahit, berjualan jajan, dan toko sembako, tapi banyak yang belum terdaftar di Google Maps dan tidak punya QRIS. Diharapkan ibu-ibu dapat menerima materi dan mempelajarinya. Materi ini tidak hanya bisa diterapkan oleh kita, tetapi anak-anak kita juga, dan membantu terbukanya peluang usaha bagi masyarakat Desa Kebalandono lainnya,” ujar Bu Tiwik dalam sambutannya.

Melalui kegiatan ini, tim BBK 7 UNAIR berupaya membuka wawasan bahwa teknologi digital dapat menjadi alat pendukung yang mudah dan terjangkau. Di samping itu, mahasiswa BBK 7 juga mengajak masyarakat Desa Kebalandono, termasuk ibu-ibu PKK yang memiliki potensi besar untuk membuka usaha rumahan, untuk bersama-sama membangun sektor ekonomi desa demi terwujudnya Desa Kebalandono yang mandiri dan berkelanjutan.