Kegiatan sosialisasi biopori yang diselenggarakan oleh Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga diikuti oleh 29 siswa SMP Muhammadiyah 23 Kedungpring, Senin (19/1/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja BBK 7 yang dilaksanakan di Desa Banjarrejo, dengan fokus pada edukasi dan peningkatan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 6 (Clean Water and Sanitation) dan SDGs 4 (Quality Education).
Sosialisasi ini digelar sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam menanggulangi banjir yang kerap terjadi di wilayah Lamongan melalui upaya pengelolaan lingkungan berbasis edukasi. Pemanfaatan lubang biopori dinilai sebagai solusi sederhana dalam meningkatkan daya resap tanah, mengurangi genangan air, serta menjaga ketersediaan air tanah. Upaya ini sejalan dengan tujuan SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities) yang menekankan pentingnya pembangunan lingkungan permukiman yang tangguh dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan sosialisasi dilakukan melalui pemaparan materi yang disertai diskusi interaktif. Mahasiswa BBK menyampaikan sejumlah materi, mulai dari pengertian biopori, manfaat dan cara kerjanya, penentuan lokasi pembuatan, alat dan bahan yang diperlukan, tahapan pembuatan, hingga cara perawatan biopori agar dapat berfungsi secara optimal. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.
Selain pemaparan materi, mahasiswa BBK juga memberikan demonstrasi cara kerja biopori. Demonstrasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran langsung kepada siswa mengenai mekanisme biopori dalam menyerap air hujan serta mengelola sampah organik. Penerapan biopori juga memiliki kontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, yang selaras dengan SDGs 13 (Climate Action). Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam menyimak materi, mengikuti demonstrasi, serta berpartisipasi dalam sesi diskusi.
Kepala SMP Muhammadiyah 23 Kedungpring, Dwi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi siswa dalam menambah wawasan dan kepedulian terhadap lingkungan. “Dengan adanya sosialisasi ini, saya harap dapat menambah wawasan dan kesadaran para siswa terkait lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi biopori ini, mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga berharap dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan pelajar, khususnya di wilayah Desa Banjarrejo. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta menerapkan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.





