Universitas Airlangga Official Website

Upaya Preventif BBK 7 UNAIR Terhadap Masalah Gigi Berlubang Anak Desa Raciwetan, Mendukung SDG 3 dan 4

Foto bersama anak-anak SPS dan KB setelah praktik menyikat gigi
Foto bersama anak-anak SPS dan KB setelah praktik menyikat gigi

UNAIR NEWS – Dalam program KKN-BBK 7 yang diposisikan di desa Raciwetan, kecamatan Bungah, Mahasiswa Universitas Airlangga menyelenggarakan program kerja yang bersangkutan dengan Kesehatan kanak-kanak yang Bernama “Katakan Tidak pada Gigi Berlubang”. Kegiatan ini berfokus kepada topik kesehatan gigi anak-anak, dengan materi yang melibatkan Kesehatan gigi yang buruk, faktor-faktor yang menyebabkan gigi berlubang, dan Langkah-langkah yang bisa dilakukan secara dini untuk mencegah gigi berlubang.

Kegiatan berlangsung selama dua pekan, pada hari Sabtu dalam pekan pertama, dan hari Senin serta Selasa dalam pekan kedua. Pekan pertama kepada balita SPS As–Aszaleya Desa Raciwetan, dan pekan kedua pada dua titik, yaitu MI Hayatul Wathon dan MI Al – Hidayat. Demografi yang terlibat terdiri atas murid SPS sederajat dan murid MI sederajat, yang antusias mengikuti serangkaian acara yang dipresentasikan pada hari-hari pelaksanaan proker.

Fasilitator program kerja dan presenter utama program kerja ini adalah Kelsa Angelina Cen dari program studi S1 Kedokteran Gigi. Program ini di-desain dengan kebutuhan spesifik anak-anak desa Raciwetan dan pengetahuan relevan dalam program studi-nya. Kelsa Angelina Cen juga didampingi oleh 6 Mahasiswa lain yang bertugas sebagai sub-presenter yang mendampingi murid-murid yang dibagikan kepada beberapa kelompok kecil. Setelah presentasi materi, murid-murid yang terlibat juga melakukan praktik secara langsung yang berfungsi sebagai kuis pasca-materi. Mereka harus mempraktikan bagaimana cara menggosok gigi dengan benar dan titik-titik di dalam mulut yang harus digosok secara rutin.

Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN-BBK 7 bertujuan untuk memenuhi SDGs 3 yaitu Kesehatan dan kesejahteraan. Dengan adanya Pendidikan sejak dini tentang Kesehatan gigi, diharapkan bahwa kualitas Kesehatan mulut generasi selanjutnya di desa Raciwetan dapat menjadi lebih baik. Selain itu, dengan penetapan program kerja “Katakan Tidak pada Gigi Berlubang”, diharapkan bahwa program ini dapat menjadi program regular yang diajarkan dalam keseharian, sehingga memenuhi SDGs poin 4: Pendidikan Berkualitas

Penulis: Indra Pandita Wahyu Sakti Lingga Bumi