Universitas Airlangga Official Website

Seminar FIB UNAIR Soroti Pengaruh AI dalam Pendidikan bersama Prof Diah Ariani Arimbi

Prof Diah Ariani Arimbi berbicara tentang tantangan dan peluang AI dalam pendidikan di seminar yang diselenggarakan oleh FIB UNAIR (Foto: Istimewa)
Prof Diah Ariani Arimbi berbicara tentang tantangan dan peluang AI dalam pendidikan di seminar yang diselenggarakan oleh FIB UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS- Prof Diah Ariani Arimbi, SS, MA, PhD, menjadi pembicara utama dalam seminar bertajuk “Navigating the Future: English Language Education with AI and the Evolving Role of Educators”. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari FIB UNAIR bekerja sama dengan Clarity English. Ia merupakan Kepala Program Doktoral Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR). Seminar ini berlangsung pada Selasa (03/02/2026) di Majapahit Hall, lantai 5, ASEEC Tower, Kampus B UNAIR, Surabaya.

Dalam seminar tersebut, Prof Diah membahas bagaimana kecerdasan buatan (AI) telah merubah cara kita melihat dan menjalankan pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris. Beliau menyoroti bagaimana AI telah mengubah berbagai aspek kehidupan dan dunia pendidikan, serta tantangan yang muncul di balik revolusi teknologi ini.

Salah satu poin yang dari Prof Diah adalah bagaimana AI memengaruhi pendidikan, terutama dalam konteks pengajaran bahasa Inggris. Ia menyoroti bahwa meskipun teknologi memungkinkan efisiensi yang lebih besar dalam pembelajaran. Hal itu juga memunculkan ketegangan antara kebutuhan akan efisiensi dan pentingnya membangun empati dalam pendidikan.

Menjaga Peran Guru di Era Teknologi

Prof Diah menyatakan, “AI menawarkan banyak manfaat, seperti penilaian otomatis dan pembelajaran adaptif. Namun, kita harus ingat bahwa teknologi bukanlah pengganti bagi peran manusia dalam pendidikan. Sebagai pendidik, kita harus mendefinisikan ulang peran kita, apakah kita akan terus mengajarkan dengan cara tradisional yang humanistik ataukah menggunakan AI sebagai alat bantu pembelajaran.”

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa meskipun AI dapat membuat pendidikan menjadi lebih efisien dan mudah diakses, kita perlu tetap menjaga agar suara manusia tetap hadir dalam proses pendidikan. Prof Diah menegaskan bahwa AI harus dipandang sebagai mitra, bukan pengganti pendidik. “Teknologi harus digunakan untuk mendukung proses belajar. Peran kita sebagai pendidik untuk menciptakan empati, hubungan manusia, dan membimbing siswa dalam perkembangan karakter tetap sangat penting,” tambahnya.

Peran Etika dalam Penggunaan AI 

Prof Diah menekankan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berbasis pada dialog dan hubungan interpersonal. “Pendidikan bukan hanya soal memberikan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang penuh empati dengan siswa. Ketika kita hanya bergantung pada teknologi, kita kehilangan elemen manusia dalam pendidikan yang sesungguhnya.”

Pada akhirnya, Prof Diah mengingatkan pentingnya integrasi prinsip-prinsip etika dan empati dalam pendidikan, khususnya ketika kita semakin bergantung pada AI. Ia juga menekankan bahwa meskipun AI akan terus membentuk masa depan pendidikan, kita perlu memastikan bahwa teknologi ini berguna untuk memajukan pendidikan yang inklusif dan adil bagi semua.

“Sebagai pendidik, kita harus tetap berpegang pada moralitas dan empati dalam setiap langkah kita. Teknologi adalah alat yang bisa mempermudah pekerjaan kita, tetapi teknologi tidak boleh menggantikan nilai-nilai manusia yang mendasari pendidikan itu sendiri,” ujar Prof Diah di akhir seminar.

Penulis : Saffana Raisa Rahmania

Editor   : Ragil Kukuh Imanto