Universitas Airlangga Official Website

Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Sekolah sebagai Upaya Preventif Karies pada Anak Usia Sekolah Dasar di Desa Tenggerejo

UNAIR NEWS – Kegiatan KKN bidang kesehatan gigi ini menargetkan siswa SD kelas 1–6 (usia 6–12 tahun) dari empat sekolah di Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Adapun sekolah dan jumlah peserta yang menjadi sasaran adalah Madrasah Ibtidaiyah Infarul Ghoy Ngampon sebanyak 83 siswa, SDN 1 Tenggerejo sebanyak 24 siswa, Madrasah Ibtidaiyah Jatenan sebanyak 63 siswa, serta SDN 2 Tenggerejo sebanyak 43 siswa, sehingga total sasaran kegiatan berjumlah 213 siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka pada bulan Januari 2025 melalui program sosialisasi yang meliputi penyampaian materi tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, pemilihan makanan yang baik bagi kesehatan gigi, teknik menyikat gigi yang benar, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Program ini diselenggarakan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan anak usia sekolah, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat pada semua usia.

Permasalahan utama yang ditemukan berkaitan dengan kesehatan mulut pada siswa SD adalah insiden gigi berlubang yang relatif tinggi dan berisiko meningkat jika tidak ditangani secara preventif. Program ini dirancang sebagai upaya pencegahan karena selama kegiatan tidak ditemukan tindakan pengobatan massal; melainkan ditemukan indikator risiko seperti rendahnya pengetahuan anak mengenai teknik menyikat gigi yang benar dan sebagian besar siswa menyikat gigi hanya sesuai kebiasaan tanpa mengikuti langkah yang dianjurkan medis, serta pola frekuensi menyikat yang beragam (beberapa dua kali sehari, sebagian hanya sekali sehari).

Selain itu, mayoritas siswa belum mengetahui perbedaan jenis makanan yang baik dan buruk bagi kesehatan gigi, sementara kebiasaan konsumsi jajanan atau makanan manis di lingkungan sekolah dan rumah masih umum terjadi. Peran orang tua dalam pengawasan kebersihan gigi anak diduga kurang, akses terhadap layanan kesehatan gigi (puskesmas/dokter gigi) relatif terbatas, dan sebelumnya belum pernah dilakukan program penyuluhan di sekolah-sekolah sasaran; kondisi-kondisi ini memperbesar peluang terjadinya karies pada usia sekolah. Temuan lapangan ini sejalan dengan bukti epidemiologis bahwa anak usia sekolah dasar (rentang 8–12 tahun) merupakan kelompok yang rentan mengalami pengalaman karies pada gigi primer maupun permanen, sehingga intervensi promotif-preventif di sekolah menjadi penting untuk menurunkan beban penyakit gigi pada kelompok usia tersebut (Do et al., 2014).

Sebagai upaya menjawab permasalahan kesehatan gigi pada siswa sekolah dasar, mahasiswa KKN melaksanakan program sosialisasi kesehatan gigi dan perilaku hidup bersih dan sehat yang bersifat promotif dan preventif. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai karakteristik gigi yang sehat dan tidak sehat, dilanjutkan dengan edukasi terkait jenis makanan yang baik dan tidak baik bagi kesehatan gigi. Selanjutnya, mahasiswa memberikan contoh praktik menyikat gigi yang benar menggunakan media phantom gigi sebagai alat peraga, sehingga siswa dapat memahami teknik menyikat gigi sesuai anjuran kedokteran gigi.

Selain itu, materi mengenai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga disampaikan, mencakup pola konsumsi makanan yang dianjurkan serta cara mencuci tangan yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi praktik menyikat gigi, serta sesi kuis di akhir kegiatan sebagai bentuk evaluasi pemahaman siswa, di mana peserta yang mampu menjawab pertanyaan diberikan hadiah sebagai bentuk penguatan motivasi. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan durasi kurang lebih empat puluh menit di setiap sekolah dan dilakukan satu kali per sekolah. Pendekatan pembelajaran dirancang secara menyenangkan dan komunikatif agar sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan siswa, mendorong perubahan perilaku, serta membangun kebiasaan menyikat gigi yang benar dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.

Kegiatan KKN ini selaras dengan indikator Sustainable Development Goals tujuan tiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia, khususnya pada kelompok anak usia sekolah dasar. Kata kunci utama yang relevan dengan kegiatan ini meliputi kesehatan gigi, kesehatan anak usia sekolah, perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi kesehatan, serta pencegahan penyakit. Fokus pada edukasi kesehatan gigi melalui pendekatan promotif dan preventif menjadi bagian dari upaya menurunkan risiko penyakit gigi dan mulut sejak usia dini.

Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti kebiasaan menyikat gigi yang benar dan pemilihan makanan yang baik untuk gigi diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku anak secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah dasar wilayah pedesaan Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan menegaskan pentingnya intervensi kesehatan berbasis komunitas sebagai strategi untuk mendukung pencapaian SDGs 3, khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan anak dan mencegah penyakit yang dapat berdampak pada kualitas hidup di masa mendatang.

Pelaksanaan program sosialisasi kesehatan gigi dan perilaku hidup bersih dan sehat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini. Melalui penyampaian materi yang interaktif, demonstrasi menyikat gigi menggunakan media phantom gigi, serta sesi kuis sebagai bentuk evaluasi, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terkait ciri gigi yang sehat, teknik menyikat gigi yang benar, serta jenis makanan yang baik dan tidak baik bagi kesehatan gigi.

Selain peningkatan aspek kognitif, kegiatan ini juga berdampak pada aspek afektif dan perilaku, di mana siswa menjadi lebih antusias dan termotivasi untuk menerapkan kebiasaan menyikat gigi yang benar serta perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari hari. Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan diri sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam membangun perilaku kesehatan yang lebih baik pada anak usia sekolah dan berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap penurunan risiko penyakit gigi dan mulut, sehingga mendukung peningkatan derajat kesehatan anak dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan bidang kesehatan.

Penulis: BBK 7 Desa Tenggerejo