UNAIR NEWS – Rangkaian seleksi Pemilihan Raya (Pemira) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) telah menghasilkan pasangan terpilih. Berdasarkan hasil perhitungan suara, Dimas Ananda Prasetyo dan Ahmad Fadhli Damarmanah Goesti Putra resmi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM FPK 2026. Keduanya menamai cabinet kepengurusan baru sebagai Kabinet Nalendra dengan arti pemimpin yang kokoh dan berintegritas.
“Alasan kami memilih Nalendra sebagai nama kabinet baru kami dengan alasan Nalendra memiliki arti pemimpin yang kokoh dan berintegritas. Jadi harapannya kita dapat mempertahankan puncak kejayaan BEM FPK serta kami berusaha memimpin organisasi ini sebagai eksekutif yang berintegritas tinggi,” ujar Dimas.
Selaras dengan Visi Misi Fakultas
Nalendra berfokus menyelaraskan visi dan misi fakultas guna memperkuat branding FPK. Langkah tersebut menjadi dasar perumusan program kerja yang berdampak bagi mahasiswa. Dimas menambahkan bahwa Nalendra juga berkomitmen meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang kepenulisan, olahraga, serta kesejahteraan mahasiswa.
“Untuk periode tahun ini kami berkomitmen mengadakan program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan branding fakultas dan memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya seperti penulisan ilmiah, olahraga, sharing info beasiswa, maupun student exchange,” ucapnya.
Program unggulan yang dimiliki oleh kabinet Nalendra adalah Marine Gov-Connect dan Ocean Rising Squad. Marine Gov-Connect bertujuan sebagai penghubung kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga pemerintah di sektor perikanan dan kelautan. Sementara itu, Ocean Rising Squad bertujuan untuk meningkatkan kualitas Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dalam perlombaan.
Fokus pada Kesejahteraan Mahasiswa
Pada awal masa kepengurusan, Dimas mengaku menghadapi tantangan berupa menurunnya minat mahasiswa untuk bergabung sebagai anggota BEM FPK. Untuk mengatasinya, mereka memperluas penyebaran informasi kegiatan serta menyoroti manfaat keterlibatan mahasiswa dalam organisasi. keduanya juga berkomitmen menjaga citra BEM FPK sebagai organisasi eksekutif yang aktif dan berkualitas.
Sebelum menyusun program kerja, keduanya melakukan survei melalui penjaringan aspirasi mahasiswa untuk memetakan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, tersedia kementerian yang berfokus pada Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma), sehingga keduanya berharap mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan serta pengetahuan yang relevan.
“Kami melakukan jaring aspirasi mahasiswa agar bisa tahu apa saja kebutuhan mahasiswa FPK saat ini. Selain itu, ada juga Kementerian Adkesma untuk menunjang kesejahteraan mahasiswa. Harapannya, Nalendra dapat menjadi organisasi eksekutif yang berintegritas dan menjadi tempat bagi mahasiswa FPK untuk berkembang,” imbuh Dimas.
Penulis: Maulya Afifah Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia





