UNAIR NEWS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 23 Desember 2025 mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang SMA. Hasil tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan.
Pada jenjang SMA, rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 57,39, diikuti oleh Matematika dengan nilai 37,23, dan Bahasa Inggris sebesar 26,71. Sementara itu, pada jenjang SMK, rata-rata nilai Bahasa Indonesia tercatat sebesar 53,62, kemudian Matematika sebesar 34,74, serta Bahasa Inggris sebesar 22,55. Data tersebut menunjukkan bahwa pada kedua jenjang pendidikan, nilai Bahasa Indonesia cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Matematika dan Bahasa Inggris.
Faktor Penyebab Turunnya Nilai TKA
Menurut Prof. Dr. Tuti Budirahayu, Guru Besar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga, Tes Kompetensi Akademik (TKA) kerap dipersepsikan kurang sepenting Ujian Nasional (UN) atau SNBP yang sering dianggap sebagai penentu masa depan siswa. Selain itu, perkembangan era digital juga turut memengaruhi perilaku belajar siswa. Paparan gaya hidup instan yang sering terlihat di media sosial membuat kesuksesan seolah dapat diraih dengan mudah tanpa proses yang panjang. Kondisi ini pada akhirnya dapat berdampak pada melemahnya daya kritis, kemampuan berpikir analitis, serta menurunnya konsentrasi jangka panjang pada siswa.
Solusi Penanganan
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain menyadarkan siswa akan pentingnya makna belajar sebagai proses untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan diri. Selain itu, diperlukan bimbingan yang tepat agar materi yang dipelajari tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan teknologi juga perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Di sisi lain, reformasi pendidikan menjadi hal yang penting untuk dilakukan guna memperbaiki sistem yang ada. Upaya tersebut juga perlu disertai dengan langkah untuk meminimalkan kesenjangan pendidikan antarwilayah dan antarsekolah, serta memperkuat sistem mentoring dan layanan konseling di sekolah agar siswa mendapatkan dukungan yang lebih optimal dalam proses belajar.
Baca Juga:
TKA Siswa SMA Merosot Drastis, Guru Besar UNAIR Jelaskan Penyebab Utamanya





